IRT 25 ngadepin anak tantrum
Buat para IRT setuju nggak kalo anak Tantrum jangan dituruti keinginannya? komen dibawah yađŤ°
Kalo aku sendiri dengan #KeseharianKu sebagai IRT yang dirumah aja aku lagi berusaha buat nggak nurutin apa kemauan si kecil kalo lagi tantrum
kadang tuh banyak yg ga setuju kalo aku sama suami ngelakuin itu apalagi mertua sama orang tua gabakal banget setuju bilangnya kasihan capek anaknya
padahal itu buat kebaikan si kecil kan.
semoga IRT ini bisa konsisten aja deh biar anak nggak tantrum-tantrum lagiđ¤˛
Menghadapi anak yang sedang tantrum memang bukan hal mudah, terutama bagi para Ibu Rumah Tangga (IRT) yang sehari-harinya mengurus si kecil. Ada banyak pendapat tentang bagaimana cara terbaik merespon tantrum; salah satunya adalah apakah kita harus menuruti keinginan anak saat dia tantrum atau tidak. Dari pengalaman banyak ibu, termasuk yang berbagi melalui #KeseharianKu, tidak menuruti keinginan anak saat tantrum adalah langkah yang tepat untuk mengajarinya mengelola emosi. Ketika anak menangis karena tidak mendapatkan apa yang ia mau, respons orang tua yang paling baik justru adalah tetap tenang, sabar, dan tidak langsung memberikan apa yang diinginkan. Memberikan kelonggaran tanpa batas justru akan membuat anak terbiasa memanipulasi dengan tangisan. Salah satu metode yang bisa dicoba adalah mengajarkan anak untuk meminta sesuatu dengan baik dan menjelaskan bahwa menangis bukan cara efektif untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Misalnya, ketika anak menangis dan meminta sesuatu, beri tahu dia dengan lembut bahwa menangis tidak akan membuat keinginannya langsung terpenuhi, dan ajarkan dia untuk mengutarakan keinginan secara baik-baik. Selain itu, ketika anak tantrum, sangat penting bagi orang tua untuk tetap sabar dan menghindari wejangan atau marah saat anak masih dalam kondisi emosi tinggi. Ketegasan yang dibarengi dengan kelembutan bisa membuat anak merasa aman dan belajar mengendalikan diri. Dalam jangka panjang, metode ini membantu mengurangi frekuensi tantrum dan menumbuhkan kemandirian emosional si kecil. Memang tidak mudah untuk konsisten, apalagi jika mendapat tekanan dari keluarga besar seperti mertua yang merasa kasihan melihat anak menangis terus-menerus. Namun, konsistensi dalam pola asuh ini adalah kunci untuk kebaikan anak. Jangan lupa juga untuk reward atau beri perhatian positif saat anak berhasil menunjukkan perilaku yang diharapkan tanpa tantrum. Intinya, sebagai IRT, perlunya dukungan komunitas seperti #KeseharianKu sangat membantu untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Konsistensi, kesabaran, dan pemahaman akan perkembangan emosional anak adalah modal utama agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional dan mampu mengelola stress atau frustrasi dengan baik tanpa harus tantrum.



