self love
Self love atau mencintai diri sendiri seringkali menjadi konsep yang terdengar sederhana, namun sulit dilakukan terutama dalam menghadapi tekanan finansial dan tuntutan hidup. Dalam pengalaman saya, seperti yang tergambar dalam kalimat "Aku terjebak antara aku harus nabung 'dan' aku cuma hidup sekali", sering terjadi dilema antara menyiapkan masa depan dan menikmati hidup saat ini. Salah satu cara saya mengatasi ini adalah dengan membuat batasan realistis dalam menabung dan berinvestasi di diri sendiri. Misalnya, menetapkan porsi anggaran khusus untuk kebutuhan esensial dan tabungan, serta porsi terpisah untuk kesenangan pribadi. Dengan begitu, saya tetap bisa memenuhi kewajiban finansial tanpa merasa terbebani secara emosional. Selain hal praktis seperti keuangan, self love juga berarti menerima kekurangan dan kelebihan diri. Saya belajar untuk tidak selalu membandingkan diri dengan orang lain dan lebih fokus pada kemajuan pribadi. Terkadang, memberi waktu untuk diri sendiri melakukan hal yang disukai, seperti berolahraga, membaca, atau sekedar duduk menikmati secangkir kopi, sudah sangat membantu meningkatkan kesejahteraan mental. Menemukan keseimbangan antara tanggung jawab dan kebahagiaan pribadi memang bukan hal mudah, tetapi dengan menerapkan self love secara bertahap, hidup terasa lebih bermakna dan tidak terjebak dalam tekanan. Ini penting untuk diingat: hidup hanya sekali, jadi jangan lupa untuk mencintai diri dan menjaga kebahagiaan sendiri setiap hari.
























