self love
Self love atau mencintai diri sendiri adalah fondasi penting untuk hidup yang sehat dan bahagia. Dari pengalaman saya, memahami konsep ini bukan hanya soal memberi pujian pada diri, tapi juga menerima kekurangan dan belajar dari setiap pengalaman. Dulu, saya pernah merasa sulit untuk membatasi diri saat merasa gagal atau terlalu keras pada diri sendiri, seperti ungkapan "yang sudah selesai jangan berisik" yang diingatkan guru saat sekolah. Namun, belajar self love berarti memberi ruang untuk proses penyembuhan dan pertumbuhan, tidak menutup diri dari kesalahan dan perbaikan. Salah satu cara saya menerapkan self love adalah dengan berani maju menghadapi tantangan, meskipun takut gagal. Seperti kata "yang berani boleh maju", keberanian ini menjadi jalan untuk mengenali potensi diri dan menguatkan mental. Saya juga belajar menjaga keseimbangan antara serius dan santai, karena "yang bercanda boleh keluar saja" mengingatkan pentingnya humor dan refreshment supaya jiwa tidak terlalu terbebani. Praktik self love juga termasuk rutin memberi waktu untuk diri sendiri tanpa merasa bersalah, misalnya beristirahat, melakukan hobi, dan refleksi atas pencapaian diri. Dengan begitu, saya merasa lebih percaya diri dan bahagia, yang juga berdampak positif dalam hubungan sosial. Intinya, self love adalah perjalanan personal yang perlu kesabaran dan komitmen. Dengan terus belajar dan menerima, kita bisa hidup lebih bermakna dan penuh kasih, terutama pada diri sendiri.














