Emang ia matcha rasa rumput?

Haii Lemonades 🍋

Setiap kali kumpul bareng teman teman pesananku itu selalu matcha.

“Matcha satu.”

Sampai barista hafal. Sampai teman-teman juga hafal.

“Ya ampun, lagi-lagi matcha?”

“Kok bisa sih kmu suka itu?”

“Rasanya kayak rumput tau nggak!”

Aku cuma ketawa. Soalnya jujur… aku juga nggak tau.

Awalnya cuma coba-coba. Terus kok enak. Terus kok nagih. Terus kok tiap lihat menu, yang lain kayak nggak menarik. Ujung-ujungnya balik lagi ke matcha.

Pahitnya beda. Manisnya nggak lebay. Ada rasa yang susah dijelasin. Bukan tipe minuman yang langsung bikin semua orang suka, tapi begitu cocok… susah pindah ke lain hati.

“Serius, emang enaknya di mana?” tanya mereka lagi.

Aku mikir. Diam. Terus jawab seadanya,

“Gak tau. Pokoknya suka aja.”

Dan memang kadang sesederhana itu.

Nggak semua hal yang kita suka harus punya alasan panjang. Nggak semua rasa harus bisa dijelasin. Kadang cuma klik aja. Kayak lagu yang diputar terus walau orang lain bilang biasa aja. Kayak tempat nongkrong yang menurut orang biasa, tapi buat kita nyaman.

Buat mereka, matcha itu rasa rumput.

Buatku, itu rasa yang bikin tenang.

Dan sampai sekarang, tiap kali kami ngumpul ke mana-mana, mereka masih komentar. Tapi tetap aja, yang ada di tanganku selalu hijau.

Entah kenapa.

Pokoknya matcha. 🍵

#matchalatte #Lemon8 #matchalover #trand #minumansehat

2/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai pecinta minuman matcha, saya ingin berbagi pengalaman pribadi yang mungkin bisa membuat kamu lebih memahami kenikmatan dari minuman ini. Banyak orang yang beranggapan bahwa matcha memiliki cita rasa seperti rumput atau rasa yang aneh, tapi bagi saya, matcha adalah jenis minuman yang unik dan memberikan sensasi tersendiri. Awalnya, saya juga skeptis dengan rasa matcha karena aroma dan warnanya yang hijau pekat. Namun, setelah mencoba beberapa jenis matcha dari berbagai kedai, saya mulai menyadari bahwa rasa pahit dan manisnya yang seimbang justru membuat saya merasa nyaman dan segar. Rasa pahitnya yang tidak berlebihan memberi sensasi berbeda dari minuman manis pada umumnya, sehingga cocok untuk orang yang tidak terlalu suka dengan minuman yang terlalu manis. Selain itu, matcha juga terkenal kaya akan antioksidan dan nutrisi yang baik untuk tubuh. Dengan rutin mengonsumsi matcha, saya merasa lebih fokus dan tenang, bahkan membantu meningkatkan konsentrasi saat bekerja atau belajar. Hal ini karena kandungan kafein alami dalam matcha yang dilepaskan secara perlahan, berbeda dengan kopi yang bikin 'ngacir' tapi bisa cepat drop. Menurut saya, kebiasaan saya memilih matcha setiap kali nongkrong bersama teman bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman dan kebiasaan yang sulit digantikan. Rasa unik matcha yang tidak semua orang suka ini justru membuat saya merasa spesial ketika menikmatinya, seperti menemukan kenyamanan di tengah keramaian. Jika kamu masih ragu mencoba matcha, saya sarankan mencoba varian matcha latte atau minuman matcha dengan campuran susu yang lembut untuk mengurangi pahitnya namun tetap mendapatkan aroma dan rasa matcha yang khas. Percayalah, penting untuk memberikan kesempatan agar lidah kita terbiasa dan akhirnya bisa menghargai keunikan rasa matcha. Jadi, jangan hanya terpaku pada komentar "rasa rumput" yang sering terdengar. Matcha adalah pilihan rasa yang memberikan ketenangan dan kepuasan tersendiri bagi para pencintanya. Selamat mencoba dan menemukan alasan kenapa matcha selalu jadi minuman favorit dalam pertemanan dan momen santai kamu!

1 komentar

Gambar Lemonina
Lemonina

sama banget kayak temanku kak, suka matcha, dan kalau kita becandain, "pesan rumput nggak?" 😂