Fase Malas Klarifikasi & Tidak Butuh Validasi
Semakin k sini,semakin mls utk memperdebatan sesuatu hal yg membuat energi abis & merusak mood hidup😏😏
Skrng aq lbih fokus menikmati hdup dgn cara diriku sndri
#berani tidak disukai #tidakbutuhpencitraan #tidakbutuhdrama
Ada satu momen di hidup aku ketika sadar, capek juga ya kalau tiap hal harus diklarifikasi ke orang lain. Awalnya aku termasuk yang mudah ke-trigger kalau ada yang salah paham soal diri aku. Rasanya pengin jelasin semuanya biar orang tahu kalau aku sebenernya bukan seperti yang mereka kira. Tapi lama-lama, energi yang kebuang buat klarifikasi itu besar banget. Di fase hidup yang hampir menginjak "kepala" tertentu, pandangan aku pelan-pelan berubah. Aku mulai mikir: kalau ada yang mau anggap aku orang jahat, ya sudah. Kamu orang baik, aku orang jahat. Kamu malaikat, aku iblis. Udah gitu aja. Kedengarannya ekstrem, tapi justru dari situ aku belajar hidup tanpa validasi berlebihan dari orang lain. Hidup tanpa validasi bukan berarti kita jadi keras kepala dan nggak mau dikritik. Bedanya, kita belajar bedain mana kritik yang membangun dan mana komentar yang cuma mau menjatuhkan. Dulu, satu komentar negatif bisa bikin aku overthinking berhari-hari. Sekarang, kalau komentar itu datangnya dari orang yang bahkan nggak benar-benar kenal aku, aku coba untuk lepasin. Nggak semua opini harus diambil hati. Soal haus validasi, jujur aku pernah ada di titik itu. Upload sesuatu, kepikiran: "Kok like-nya dikit ya? Story sepi, jangan-jangan postinganku garing?" Padahal yang paling penting bukan seberapa banyak yang nge-validasi, tapi seberapa jujur aku sama diri sendiri. Ketika konten yang aku share itu bener-bener mencerminkan aku, bukan pencitraan, aku malah merasa lebih lega meski responnya biasa aja. Sekarang aku lebih milih menikmati hidup dengan cara versiku sendiri. Bukan berarti hidup jadi bebas drama total, tapi setidaknya aku nggak lagi sengaja nyari drama atau pembenaran. Kalau ada yang salah paham dan nggak mau denger penjelasan, ya aku lepas. Waktu dan tenagaku terlalu berharga buat habisin energi di debat yang ujung-ujungnya cuma adu ego. Buat kamu yang lagi belajar berhenti haus validasi, pelan-pelan aja. Mulai dari hal kecil: pakai baju yang kamu suka walau nggak masuk standar orang lain, posting sesuatu tanpa mikir engagement, atau bilang "nggak" ke hal yang bikin kamu nggak nyaman. Lama-lama kamu bakal ngerasain bedanya: hidup jadi lebih ringan ketika kamu nggak terus-menerus hidup dari penilaian orang.




























