... Baca selengkapnyaPertama kali cobain nasi tutug oncom itu di warung kecil dekat rumah, modelnya mirip nasi tutug oncom Lengkong Kecil yang lagi sering dibahas orang-orang. Nasinya hangat, wangi oncom bakarnya berasa, terus disajikan di piring hijau putih dengan lauk komplet: tahu goreng, tempe goreng, ikan asin, daun kemangi, irisan timun, dan sambal. Dari situ jadi kepikiran bikin versi rumahan sendiri yang lebih simpel tapi tetap sedap.
Kunci nasi tutug oncom menurutku ada di dua hal: oncomnya dan tekstur nasinya. Untuk oncom, aku biasanya pilih oncom yang masih fresh, lalu ditumis dulu dengan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, sedikit kencur, garam, dan gula. Kalau mau mirip nasi tutug oncom Lengkong Kecil, oncomnya bisa dibakar dulu sebentar sampai agak kering dan wangi, baru kemudian dihancurkan dan ditumis. Setelah matang dan agak dingin, baru dicampur ke nasi hangat dan diaduk pelan supaya nasi tidak terlalu lembek.
Buat yang penasaran dengan nasi tutug tempe, sebenarnya konsepnya mirip banget. Oncom diganti dengan tempe yang sudah digoreng kering lalu diulek kasar atau dihaluskan. Tempe ini kemudian ditumis dengan bumbu yang hampir sama: bawang merah, bawang putih, cabai, kencur sedikit, garam, gula, dan bisa ditambah daun bawang biar makin harum. Setelah bumbu meresap ke tempe, campur dengan nasi hangat. Rasanya lebih nutty dan gurih, cocok buat yang kurang suka aroma oncom tapi pengen sensasi “tutug”-nya.
Untuk lauk pendamping, aku suka banget kombinasi klasik: tahu goreng, tempe goreng, dan ikan asin. Ikan asin yang digoreng garing itu benar-benar nge-boost rasa nasi tutug yang sudah gurih. Jangan lupa tambah daun kemangi segar dan irisan timun biar ada sensasi segar di mulut. Kalau di rumah ada lalapan lain seperti kol, kacang panjang, atau terong, tinggal rebus atau goreng sebentar lalu sajikan bareng.
Sambal juga nggak kalah penting. Versi praktisnya, aku cuma ulek cabai rawit, cabai merah, garam, gula, dan tomat sedikit, lalu siram dengan minyak panas bekas goreng tahu tempe. Sambal model begini cocok dipadukan dengan nasi tutug oncom maupun nasi tutug tempe. Kalau lagi punya waktu luang, sambal terasi bakar juga enak banget jadi pasangan.
Menurutku, kelebihan bikin nasi tutug oncom sendiri di rumah adalah bisa atur tingkat pedas, jumlah oncom atau tempe, dan pilihan lauk sesuai selera keluarga. Mau dibuat lebih sehat pun bisa, misalnya pakai nasi merah atau campuran nasi merah dan putih, lalu banyakin lalapan segar. Yang penting, tetap mempertahankan ciri khas nasi tutug: nasi hangat yang tercampur rata dengan oncom atau tempe berbumbu, wangi, dan gurih.
Kalau kamu sudah pernah coba nasi tutug oncom Lengkong Kecil dan suka, cobain deh bikin versi rumahan seperti ini. Rasanya memang nggak 100% sama, tapi cukup memuaskan keinginan makan nasi tutug tanpa harus jauh-jauh keluar. Dan kalau lagi bosan, tinggal ganti oncom dengan tempe untuk bikin nasi tutug tempe yang rasanya beda tapi tetap nyaman di lidah.