ANAK GTM/LEPEH TERUS?
Menghadapi anak yang sering GTM (Gerakan Tutup Mulut) atau lepeh saat makan memang bisa membuat orang tua khawatir, terutama jika berat badan anak sulit naik. Dari pengalaman saya dan banyak orang tua lainnya, ternyata bukan selalu soal anak tidak suka makan atau malas, melainkan perkembangan kemampuan mengunyah dan memproses makanan belum optimal. Salah satu kunci yang saya pelajari adalah melatih kemampuan gigit dan kekuatan rahang anak di luar waktu makan. Misalnya, menggunakan bahan makanan yang aman seperti wortel, kentang, ubi, biji mangga, atau tulang ayam yang telah dikukus sampai agak matang, sehingga masih cukup keras untuk digigit tapi mudah dihancurkan secara perlahan oleh anak. Dengan latihan ini selama 1-3 menit sekali sehari hingga dua kali, anak perlahan bisa meningkatkan refleks kunyah dan kemampuan mengolah makanan. Proses pelatihan ini juga membantu anak mengenal tekstur makanan dengan lebih baik dan merasa lebih nyaman saat makan, sehingga membuat mereka tidak menolak makanan. Selain itu, dengan latihan kunyah yang rutin, kekuatan rahang menjadi lebih maksimal, yang berkontribusi pada nafsu makan yang membaik dan penyerapan nutrisi yang lebih efektif. Saya juga menyadari pentingnya memberi kesempatan pada anak untuk memegang sendiri bahan makanannya saat latihan. Ini memberikan stimulasi sensorik yang membantu anak lebih mengenal tekstur dan merasa lebih berpartisipasi dalam proses makan. Latihan seperti ini tidak memakan waktu lama dan bisa dilakukan kapan saja, yang penting konsisten. Jadi, jika anak Anda sering lepeh atau menolak makan bukan karena makanan kurang enak, cobalah fokus pada latihan kunyah dan kekuatan rahang. Dengan pendekatan ini, tidak hanya meningkatkan kemampuan makan anak, tapi juga membantu menjaga berat badan agar terus naik sesuai harapan. Semoga pengalaman ini bermanfaat dan bisa menjadi solusi praktis buat para orang tua menghadapi anak GTM.










