Currently Reading
Currently reading the besttttt book I’ve read this year🤎
Aku lagi bener-bener menikmati baca buku "Ego Is The Enemy" dan ternyata bukan cuma isinya yang ngena, tapi juga experience bacanya. Dari luar, tampilan bukunya tuh simple tapi estetik banget. Cover-nya kelihatan elegan, dan kalau dipoto dengan vibe bookcafe, tas cokelat, dan minuman, langsung berasa kayak feed Pinterest. Buat kamu yang suka foto-foto "current read", buku ini tuh salah satu yang paling enak difoto. Secara isi, buku "Ego Is The Enemy" ngebahas gimana ego sering jadi musuh utama dalam hidup—entah di fase kita lagi merintis sesuatu, lagi di puncak, atau ketika jatuh. Pas baca halaman 210–211, aku sempet berhenti sebentar karena merasa kayak lagi ditempeleng pelan. Banyak contoh nyata yang bikin aku mikir: selama ini berapa banyak keputusan yang aku ambil cuma karena gengsi atau pengen dilihat hebat. Yang aku suka, buku ini nggak cuma teori. Dia kasih contoh tokoh-tokoh terkenal yang kariernya hancur karena ego, dan juga yang justru sukses karena bisa nundukin ego. Jadi pas baca, kita kayak diajak ngaca: di momen-momen kecil sehari-hari—kayak marah di kantor, ngotot pengen bener sendiri, atau nggak mau minta maaf—itu semua bentuk ego yang pelan-pelan bisa jadi "musuh" dalam hidup. Aku biasanya baca buku ini di luar ruangan, duduk dekat jendela atau di area outdoor yang ada pepohonan. Kebetulan kemarin aku baca di depan bangunan dengan tulisan "DJOURNAL" dan ada air mancur kecil di depannya. Suasananya bener-bener ngebantu fokus; suara air, langit agak berawan, plus secangkir minuman hangat, bikin momen baca jadi calming. Rasanya cocok banget sama tema bukunya: pelan-pelan belajar menurunkan ego, sambil bener-bener menikmati waktu sendiri. Buat kamu yang baru mau mulai baca buku pengembangan diri (self-help) dalam bahasa Inggris, "Ego Is The Enemy" menurutku masih cukup ramah. Bahasanya nggak terlalu rumit, paragrafnya juga nggak kepanjangan, jadi enak dipahami pelan-pelan sambil dicatat poin pentingnya. Aku sendiri suka banget kasih highlight pakai pulpen atau stabilo warna soft, jadi sekaligus bikin halaman dalamnya kelihatan aesthetic. Kalau kamu tipe yang suka bookcafe aesthetic—bawa buku, tas tangan cokelat, dan minuman favorit—buku ini bisa jadi properti foto yang cantik sekaligus bacaan yang meaningful. Jadi bukan cuma demi estetika di foto, tapi juga ada isi yang bener-bener bisa ngeubah cara pandang kamu soal ego, ambisi, dan cara bersikap di berbagai fase hidup. Menurutku, "Ego Is The Enemy" cocok buat: - yang lagi merasa stuck dan gampang tersinggung kalau dikritik, - yang lagi di puncak pencapaian dan butuh pengingat buat tetap rendah hati, - atau siapapun yang pengen hidup lebih tenang tanpa terlalu dikendalikan ego. Dari banyak buku yang aku baca tahun ini, ini salah satu yang paling berkesan. Bukan cuma karena bisa dijadiin foto "my current read" yang aesthetic, tapi karena isinya bikin refleksi diri dalam banget. Kalau kamu kebetulan nemu buku ini di rak toko, coba deh intip beberapa halaman—siapa tahu jadi bacaan favoritmu juga.




🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩