... Baca selengkapnyaMenghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Kota Makassar, saya merasakan betapa pentingnya seni kolase foto klasik dalam mengabadikan momen-momen religius yang menyentuh hati. Aktivitas seni ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan KUA dan Kemenag, tetapi juga menambah nilai estetika yang mendalam, terutama saat mempersiapkan masjid ramah pemudik.
Pengalaman saya saat mengikuti kegiatan ini sangat menginspirasi. Saya melihat bagaimana kolase foto tersebut menggabungkan berbagai elemen religius dan simbol kebudayaan lokal dengan teknik seni yang sederhana namun efektif. Seni ini membawa pesan kedamaian dan penguatan spiritual bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa maupun menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Selain sebagai karya seni, kolase juga menjadi media edukasi yang mendalam tentang pentingnya tradisi dan nilai-nilai keagamaan. Terlebih lagi, kolaborasi antara IPARI dan KUA Makassar dalam seni religius ini menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan dakwah serta mempererat rasa persaudaraan antar umat.
Sebagai tambahan, masjid ramah pemudik yang digagas oleh Kemenag Kota Makassar menunjukkan inovasi yang luar biasa dalam pelayanan umat selama masa mudik. Fasilitas yang nyaman dan program-program khusus menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan religius sekaligus tempat beristirahat yang aman bagi para pemudik.
Dari segi biaya dan kemudahan memulai, seperti yang juga dikemukakan dalam acara tersebut, kolase foto religius ini memerlukan anggaran yang terjangkau dan mudah dilaksanakan, sehingga potensinya besar untuk direplikasi di kota-kota lain.
Secara pribadi, mengikuti dan mengetahui proses pembuatan kolase klasik ini membuat saya semakin memahami betapa seni dapat menjadi media dakwah dan penyebar nilai spiritual yang efektif. Bagi siapa pun yang ingin memperkaya tradisi Idul Fitri dengan sentuhan seni khas Makassar, kolase foto religius ini adalah inspirasi yang sangat layak untuk dicoba.