langsung dapat kerja di Malaysia
awalnya dari Pekanbaru pre opening hotel kita dikasih penempatan di Bali di hotel grand Zuri Kuta Bali tapi awalnya sih waktu di hotel ini posisi gue bukan di di dapur melainkan di housekeeping area, ya sebelum kejadian saya yang nyapu-nyapu di sekitar kolam renang saya lewat di samping kitchen karena kan di samping kitchen ada kolam renang jadi saya iseng-iseng nyapu deh di samping dapur alhasil gue dipanggil sama eksekutif di hotel tersebut dan gue ditanya-tanya
"chefpnya berkata begini " mas kamu kan dari pre opening ya kamu mau nggak di dapur aja jadi setiawat aja dulu supaya belajar masak terus dia bilang begini ibaratkan kalau kamu kerja nanti sampai tua di housekeeping ntar kamu doanya mau jadi apa mau jadi tukang bersih-bersih terus sampai tua
atau kamu di dapur bisa masak kalau sampai tua kan lu bisa bikin usaha sendiri warung kek atau kamu jadi eksekutif siap seperti saya suatu hari nanti kan . ya dari situ deh gue langsung hati gue langsung bergerak ah gue juga mau ah ya sudah deh biarin gue cobain deh di dapur selama 2 tahun di situ dan akhirnya naik jabatan dari belajar masak . karena gue kan dari nol jadi ya itu atau tidak dari situ juga belajar dari teman-teman tim yang lainnya.
oh ini kok kita bahas yang waktu di Bali sih Saya kan mau cerita waktu di Malaysia ya.....
jadi ceritanya itu gue kan lagi di stasiun bikin omelet waktu breakfast kan ya. kemudian ada bule bule ini dia berpakaian seperti ya kayak bukan orang yang orang yang nginep di hotel lah ya campong-camping pakai sandal jepit cuman ya matanya sipit cina-cina begitu tadi kan gue kan orangnya kan nggak pernah nendang bulu itu orang yang berkelas atau yang di bawah gue itu kan ya... nah saya sodorin tuh permisi Pak mau dibikinkan omelet atau tosd bread atau yang lainnya begitu. kamu cuma minta omelet doang terus saya bikinkan terus saya antarkan. udah soalnya main tamunya kan dari 3 hari dia menginap di hotel, keesokannya itu gue kan sore ya kalau masuk sore di hotel itu sekitar jam 03.00 pulangnya jam 11.00 malam nah waktu itu saya sebelum mau berangkat kerja ya sekitar jam 12.24 saya kan naik sepeda saya masih naik sepeda soalnya kan belum ada motor, pas itu saya ketemu sama tamu itu yang compang-camping itu yang menginap di hotel ini lagi di jalan terus saya tawarin Pak mau ikut nggak nih di belakang sepeda ada tempat duduknya daripada jalan kaki, nasi orang agak cina-cina ini yang ngerti bahasa Indonesia ini dia mau katanya soalnya kan lumayan jauh pas di jalan dia cerita Saya dari pantai Kuta jalan kaki cuman kesasar hp-nya katanya habis dicopet di jalan terus saya nggak bawa uang mau pesen taksi online atau mau naik ojek begitu kan ya habis itu, gue inisiatif deh saya bawa ke polres Polsek yang terdekat di Bali yang di kalau nggak salah saya ingat gue di mana ya di daerah Kuta juga cuman saya lupa namanya selesai itu udah dianterin ini bule bule-bule Cina ini Siantar ke hotel kembali tapi saya kasihan dia bilang aduh nggak ada uang gitu kamu atm-nya nggak ada dompetnya nggak ada jadi saya bingung karena saya juga ada uang cuman berapa ya Saya cuman pegang uang itu rp1.000.000 itu pun berbayar kos buat baru 1 bulan itu kan ya, tapi juga saya kasihan airnya Saya kasihkan yang satu juta ini yang buat bayar kos saya bilang Pak ini buat ngurus-ngurus apa siapa tahu cukup ini Pak soalnya saya punyanya uang cuman segini doang, tanpa basa-basi dong dia langsung ngambil uangnya aduh udah mati ada apa-apa sudah kita membantu orang yang membutuhkan ya nanti mungkin saya bisa bilang sama ibu kost karena kan ibu kosnya kan sudah anggap pakai saudara sudah lama kenal sama ibu kos itu kan ya dari saudara saya waktu di Bali, selesai itu sudah berapa hari kemudian tamu itu datangin Saya di hotel dia cari nama saya dan lu tahu nggak si bule ala cina cina ini dia kasih kembali uangnya saya yang satu juta katanya terima kasih saya bilang nggak usah Pak Zenit bantu ikhlas karena saya juga pernah seperti bapak dulu, alhasil dikasih kartu nama ke saya dan saya kaget betul di kartu nama tersebut namanya itu saya lupa namanya siapa ya tapi posisi yang di bawah itu dia CEO CEO perusahaan yang dalam hati kalau saya pikir-pikir sekarang nih kayaknya cowok yang menyamar ini, alhasil ya namanya gue juga pengen kan ya pengen kerja ke luar negeri akhirnya saya kontak deh si ini owner ini, lu tahu nggak owner ini salah satu brand ambassador nya hotel Hilton yang di Malaysia ini bayangin orang kaya seperti dia itu dia berpenampilan apa adanya cabang-camping ya dari situ dulu gue langsung dipanggil kerja di sana langsung dong posisi gue apa coba langsung dia miself langsung naik tingkat dua kali tingkat dari tim yang lain, tapi gue naik tingkat demi chef itu karena saya berani ambil karena saya ada basic juga soalnya saya belajar juga kan waktu di hotel di Bali juga kan ya Oke see you next time di cerita selanjutnya.
Bekerja di industri perhotelan memang penuh tantangan, terutama buat kita yang memulai dari nol seperti saya. Pengalaman pertama saya dimulai di Bali, awalnya bukan jadi koki, melainkan bagian housekeeping. Tapi di sinilah pelajaran berharga didapat: keberanian untuk mencoba bidang baru membuka pintu kesempatan lebih luas. Cerita saya makin nyata saat bekerja di hotel Hilton Malaysia, di mana saya langsung mendapat posisi lebih tinggi karena pengalaman dan keberanian ambil tanggung jawab. Dari interaksi sehari-hari dengan tamu hingga mengambil inisiatif membantu dalam situasi sulit, saya belajar pentingnya professionalisme dan kepekaan sosial. Contohnya ketika membantu tamu yang kesulitan, tanpa saya duga hubungan baik itu membawa peluang karier di luar negeri. Bagi teman-teman yang ingin langsung dapat kerja di Malaysia atau sektor hospitality, penting untuk membangun kemampuan dasar baik dari dapur maupun layanan tamu. Selain itu, jangan takut untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman, meskipun posisi awal terasa jauh dari impian. Kesungguhan dan sikap positif sering kali lebih dihargai oleh manajemen hotel ternama. Saya juga belajar bahwa keberhasilan tidak harus selalu dengan penampilan mewah atau latar belakang spesial. Kadang orang yang sederhana dan rajin bisa mendapatkan posisi yang layak karena dedikasi dan keuletan. Terakhir, memiliki jaringan dan relasi yang baik juga krusial. Hubungan baik dengan rekan kerja maupun tamu hotel dapat membuka peluang kerja yang bahkan tidak disangka sebelumnya. Ketika mendapat kesempatan, gunakanlah dengan sebaik mungkin untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Jadi, bagi yang ingin capai sukses langsung kerja di luar negeri seperti Malaysia, mulailah dari yang bisa dikerjakan, terus belajar, jaga kejujuran dan profesionalisme, serta jangan lupa untuk berbaik hati pada siapa saja. Pengalaman saya membuktikan bahwa semua itu sangat menentukan untuk meraih impian bekerja di hotel internasional.
