✨ SURGA KULINER NUSANTARA DENGAN CERITA 100 TAHUN! ✨
Dulu cuma bisa mimpi keliling Indonesia buat nyobain makanan khas otentik tiap daerah, tapi sekarang aku bisa rasain semuanya di Sarampe! Seriusan, experience di sini beda banget!
Restoran ini dibangun dari rumah tua asli tahun 1923. Di sini, setiap hidangan adalah perayaan keberagaman kuliner, di mana bahan-bahan lokal dirangkai menjadi sajian yang kaya makna.
MENU BARU WAJIB COBA:
• Bebek Betutu (Bali): Dimasak dengan bumbu base genep selama 8 JAM! Dagingnya lembut, rempahnya nendang!
• Sate Maranggi (Purwakarta) & Iga Bakar Konro (Makassar): Keduanya di-slow cook dengan sous-vide selama 30 JAM! Hasilnya? Dagingnya super lembut banget.
• Sie Reuboh (Aceh): Daging sapi rebus rempah yang digoreng, empuk dan gurih khas Ramadhan di Aceh.
• Ayam Goreng Sarampe: Ayam gurih-manis signature yang disukai semua umur, friendly buat anak-anak juga!
Gak perlu repot keliling Indonesia, cukup mampir ke Sarampe! Tempatnya nyaman banget, ada 3 VIP Room dan indoor smoking area.
📍 Sarampe Restaurant
Jl. Mayor Jend. D.I. Panjaitan No.2, Brumbungan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
⏰ 10:00 -22.00 WIB
#Sarampe #foodfestontiktok #RasaOtentik #SateMaranggi #BebekBetutu
Waktu pertama kali lihat Sarampe di maps, yang bikin aku penasaran adalah rating-nya tinggi dan tulisannya "Kuliner Premium Indonesia Ngumpul di Semarang". Begitu sampai, vibes-nya berasa banget: rumah tua tahun 1923 yang dipoles jadi restoran Indonesia modern, tapi tetap hangat dan homey. Buat yang lagi cari tahu menu Sarampe Semarang, konsepnya itu kuliner Nusantara premium. Jadi menu-menu khas daerah dikemas lebih rapi dan cantik, tapi rasanya tetap otentik. Selain Bebek Betutu, Sate Maranggi, dan Iga Bakar Konro, mereka juga punya beberapa pilihan lain seperti kerengsengan lidah khas Jawa yang dimasak dengan bumbu cabe asap. Pas dimakan tuh kaya makan daging steak versi rumahan, pedasnya lembut di lidah, rempahnya berasa tapi nggak berlebihan. Dari sisi harga, menurutku masih masuk akal buat kategori "kuliner premium". Porsi dagingnya nggak pelit, plating-nya niat, dan proses masaknya juga lama (ada yang 8 jam, ada yang 30 jam sous-vide), jadi kerasa banget bedanya di tekstur. Buat kamu yang cari info menu Sarampe dan harganya, siap-siap aja di range restoran keluarga menengah ke atas, tapi sebanding sama kualitas dan experience-nya. Soal kehalalan, di tempat juga jelas tertulis 100% Halal – Enak – Aesthetic. Ini yang bikin aku tenang ajak keluarga, termasuk orang tua. Untuk anak-anak juga aman, ada menu ayam goreng Sarampe yang rasanya gurih-manis, nggak terlalu pedas, dan biasanya jadi favorit semua umur. Buat kamu yang lagi stalking gambar Sarampe atau Sarampe restaurant foto sebelum datang, interiornya instagramable tapi nggak berisik. Banyak spot kayu, lampu warm, dan detail-detail kecil yang bikin fotonya cakep, apalagi kalau pesen menu yang disajikan di piring dan mangkuk keramik cantik. Cocok banget buat yang suka foto makanan. Kalau soal ulasan Sarampe, versi aku: ini tipe resto yang nggak cuma jual tempat, tapi juga niat di rasa. Dari bebek betutu yang rempahnya nendang, sampai konro yang dagingnya gampang lepas dari tulang, kerasa banget mereka masak dengan detail dan passion. Lokasinya juga strategis di Semarang Tengah, tepatnya di Jl. Mayor Jend. D.I. Panjaitan No.2. Parkirannya lumayan, dan ada 3 VIP room buat yang mau arisan, meeting, atau makan keluarga lebih privat. Ada indoor smoking area juga, jadi nggak ganggu yang bawa anak kecil. Jadi kalau kamu lagi cari "Sarampe Semarang menu" atau pengen tahu Sarampe resto itu seperti apa, menurutku ini salah satu spot wajib coba kalau main ke Semarang dan pengen eksplor kuliner Nusantara dalam satu tempat.
















