Dulu sayang banget,sampai lupa sayang diri sendiri. this Enough

Sol by Melia Benoa Bali - All Inclusive
4/9 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBanyak dari kita pernah mengalami fase di mana kita terlalu mencurahkan cinta dan perhatian kepada orang lain hingga lupa merawat dan menyayangi diri sendiri. Saya pribadi pernah berada dalam situasi seperti itu, di mana prioritas utama hanya untuk membuat orang lain bahagia, padahal kondisi diri sendiri mulai terbengkalai. Namun seiring waktu, saya menyadari bahwa mencintai diri sendiri bukanlah egois, melainkan hal penting untuk menjaga keseimbangan hidup. Sekarang, saya belajar menerapkan prinsip 'Aku bukan yang dulu lagi, sekarang sudah pelit, hanya royal sama diri sendiri.' Artinya, saya lebih selektif memberikan waktu dan energi untuk orang lain, dan tidak ragu memprioritaskan kebutuhan diri sendiri—baik itu dari segi emosional, mental, maupun fisik. Misalnya, saya mulai rutin menjadwalkan waktu khusus untuk diri sendiri, seperti berjalan-jalan santai, meditasi, atau sekadar menikmati hobi tanpa rasa bersalah. Dengan begitu, tingkat stres berkurang, saya merasa lebih bahagia dan energik dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Perubahan pola pikir ini juga membantu saya membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain, karena saya sudah tidak bergantung penuh pada orang lain untuk merasa bahagia. Bagi siapa saja yang merasa dulu terlalu sayang pada orang lain sampai lupa pada diri sendiri, cobalah untuk memulai langkah kecil merawat diri. Jangan takut terlihat egois, karena merawat diri adalah fondasi agar kita bisa memberikan yang terbaik bagi orang sekitar. Ingatlah, kita berhak jadi prioritas utama dalam hidup kita sendiri.