Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan sejak muda telah bersumpah jiwa dan raganya untuk bangsa dan rakyat Indonesia.
Prabowo menegaskan tidak rela apabila masih ada masyarakat yang hidup sulit dan anak sekolah yang tidak makan.
“Di Republik Indonesia yang merdeka, di abad 21, tidak boleh ada orang yang lapar di negara ini. Saya dari waktu usia muda, saya telah bersumpah jiwa raga saya untuk bangsa dan rakyat Indonesia, dan saya tidak rela di abad ke-21 ini masih ada rakyat kita yang hidupnya sangat sulit, anak-anak yang sekolah tidak makan,” kata Prabowo di Bekasi, Jawa Barat, Senin.
Presiden menuturkan Indonesia memiliki kekayaan yang sangat besar, namun selama ratusan tahun tidak dikelola dengan baik sehingga lebih banyak dimanfaatkan pihak lain.
Prabowo menyatakan kondisi tersebut terjadi karena kurangnya kemampuan para pemimpin pada masa lalu dalam menjaga dan mengelola sumber daya nasional.
Presiden pun menyampaikan perlunya kesadaran bersama dari semua unsur kepemimpinan, mulai dari tokoh agama, pekerja, cendekiawan, pelaku ekonomi, media, hingga aparat TNI maupun Polri mengenai tujuan utama berbangsa dan bernegara, yakni memberikan kualitas hidup yang layak bagi seluruh rakyat.
... Baca selengkapnyaPrabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia dengan tegas mengungkapkan bahwa komitmennya terhadap bangsa dan rakyat telah tertanam sejak usia muda. Pernyataan "sumpah jiwa raganya untuk bangsa dan rakyat Indonesia" bukan sekadar retorika, melainkan panggilan nyata untuk perubahan sosial yang berkelanjutan.
Di abad ke-21 ini, Prabowo menolak adanya fakta bahwa masih ada warga Indonesia yang mengalami kesulitan hidup dan anak-anak sekolah yang tidak mendapatkan makanan yang layak. Hal ini menjadi refleksi penting terhadap kondisi internal bangsa yang kaya akan sumber daya namun belum sepenuhnya dikelola secara efektif selama ratusan tahun.
Indonesia dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, dari sumber daya mineral, perkebunan, hingga potensi maritim. Namun, pengelolaan sumber daya tersebut sering terkendala oleh berbagai faktor, seperti kepemimpinan yang belum optimal serta tantangan tata kelola dan kebijakan yang harus diperbaiki.
Pernyataan Prabowo menyoroti kurangnya kapasitas para pemimpin masa lalu dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya nasional secara maksimal demi kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, ia menyerukan kesadaran kolektif, mengajak tokoh agama, pekerja, akademisi, pelaku ekonomi, media, hingga aparat keamanan untuk bersatu menciptakan tujuan utama berbangsa dan bernegara yang nyata, yakni meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia.
Mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan dan kelaparan anak sekolah membutuhkan sinergi antar berbagai lapisan masyarakat dan pemerintah. Langkah-langkah strategis, antara lain mengoptimalkan program kesejahteraan sosial, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta memberdayakan ekonomi lokal, menjadi kunci utama.
Prabowo juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bangkit jika seluruh unsur bangsa mampu bersatu dan mengelola kekayaan alam dan manusia secara berkelanjutan. Kesadaran ini harus ditanamkan tidak hanya di kalangan pemimpin formal tetapi juga di masyarakat luas.
Dengan tekad yang kuat dan sumpah jiwa raga yang diemban, Prabowo mengajak seluruh pihak agar tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi secara makro, tetapi juga memastikan tidak ada warga yang tertinggal, khususnya yang mengalami kelaparan dan kesulitan hidup yang serius. Komitmen tersebut tentu menjadi panggilan bagi pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bekerja demi Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.