Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang menyatakan seluruh pompa yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang siap beroperasi menghadapi musim hujan.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto mengatakan pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir pada musim hujan dengan mengoptimalkan seluruh pompa serta memperkuat koordinasi lintas OPD.

Ia mengatakan kendala pompa yang terjadi pada banjir di bulan Oktober kemarin merupakan pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Namun saat ini sebagian besar pompa milik BBWS sudah diperbaiki.

“Semuanya sudah dilakukan penggantian, sudah selesai dan bisa dioperasikan. Mudah-mudahan nanti saat menghadapi musim hujan semua pompa bisa optimal,” kata Suwarto, Jumat 5 Desember 2025.

Lebih lanjut, Suwarto mengatakan untuk Pompa Waru saat ini masih dalam proses penggantian oleh Kementerian PU. Diketahui di lokasi tersebut terdapat dua pompa milik BBWS berkapasitas 2×2.000 liter per detik, sementara pompa milik Pemkot yang semula berkapasitas 3 × 300 juga tengah ditingkatkan menjadi 2 × 2.000 liter per detik.

Suwarto menyebut, secara keseluruhan Pemerintah Kota Semarang menyiagakan 119 pompa di rumah pompa dan 101 pompa portabel dengan bermacam-macam spesifikasi.

“Ini biar tidak seperti (yang terjadi di) Sumatera (kemarin),” tuturnya.

Ia juga mengatakan, prediksi BMKG menunjukkan hujan lebat baru akan terjadi pada Januari dan Februari, sementara pada bulan Desember, Semarang masih diguyur hujan ringan hingga sedang.

Meski demikian, evaluasi terus dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh peralatan dan personel di lapangan.

Selengkapnya baca matasemarang.com

==============================

#Matasemarang #Semarang #Kejadiansemarang #Beritasemarang #Infosemarang

2025/12/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai warga Semarang, saya merasakan pentingnya peran rumah pompa dalam mengurangi risiko banjir terutama selama musim hujan. Dari pengalaman saya, koordinasi yang baik antara Pemerintah Kota dengan Balai Besar Wilayah Sungai sangat krusial, apalagi ketika ada pompa yang perlu diperbaiki atau diganti. Informasi yang saya dapat tentang penggantian dan peningkatan kapasitas pompa di Waru, misalnya, sangat membantu memastikan air dapat dibuang lebih efisien. Selain itu, keberadaan pompa portabel juga sangat berguna pada titik-titik lokasi rawan banjir yang tidak terjangkau rumah pompa permanen. Saya juga mengamati bagaimana kondisi cuaca yang diprediksi BMKG, dengan hujan ringan sampai sedang di Desember dan puncaknya Januari-Februari, memengaruhi kesiapsiagaan semua pihak. Pemerintah kota terlihat terus mengevaluasi peralatan dan personel supaya operasi pompa berjalan optimal tanpa hambatan saat musim hujan berlangsung. Foto yang menunjukkan rumah pompa tengah beroperasi dengan air yang disalurkan ke badan air di Semarang juga menggambarkan kesiapan nyata yang membanggakan. Ini menambah keyakinan saya bahwa upaya ini sangat penting untuk mengurangi dampak banjir di daerah kami. Semangat dan langkah preventif dari DPU Semarang patut diapresiasi, khususnya dengan jumlah pompa yang mencapai 220 unit, besar harapan pengendalian banjir di kota ini dapat lebih efektif.