Menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang telah menyiapkan berbagai kegiatan termasuk mempersiapkan destinasi wisata yang bisa menjadi jujugan bagi wisatawan.

Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mengakui hingga saat ini memang kawasan Kota Lama masih menjadi destinasi unggulan di Ibu Kota Jawa Tengah.

Namun demikian, pihaknya juga berupaya memecah keramaian di Kawasan Kota Lama terutama di sekitar Taman Sriguntimg dengan mengoptimalkan keberadaan Museum Kota Lama yang masih berada di kawasan Kota Lama yakni di Bundaran Bubakan.

Pihaknya mencoba membuat Museum Kota Lama semakin menarik bagi wisatawan, sebab museum ini menjadi salah satu sarana edukasi sejarah Kota Semarang.

“Kita coba buat Museum ini jadi wahana yang menarik, yakni dengan program menjelajah di sana,” kata Iin, sapaan akrabnya, Kamis, 12 Februari 2026.

Iin mengatakan jika sejauh ini Museum Kota Lama masih ramai dikunjungi wisatawan khususnya kalangan pelajar. Pemerintah Kota Semarang memang mendorong sisa sekolah untuk berkunjung ke museum Kota Lama sebagai sarana edukasi dan belajar sejarah.

“Museum Kota Lama juga telah ditempatkan sebagai salah satu museum cerdas di Indonesia. Bahkan saat libur Nataru itu kunjungan perharinya rata-rata 200 orang,” beber Iin.

Selengkapnya baca matasemarang.com

==============================

#Matasemarang #Semarang #Kejadiansemarang #Beritasemarang #Infosemarang

2/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai warga Semarang, saya merasa bangga dengan upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang terus mengembangkan potensi Museum Kota Lama sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik. Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan artefak sejarah, tetapi juga dibuat menjadi wahana interaktif yang memungkinkan pengunjung, terutama pelajar, untuk lebih memahami sejarah kota dengan cara yang menyenangkan. Pengalaman saya ketika berkunjung ke Museum Kota Lama beberapa waktu lalu cukup mengesankan. Selain koleksi sejarah yang lengkap, museum ini menawarkan suasana yang nyaman dan edukatif. Banyak siswa-siswa sekolah yang tampak antusias mengikuti program 'menjelajah sejarah' yang disediakan, di mana mereka tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan menarik tentang perjalanan Semarang dari masa lalu hingga kini. Keberadaan museum ini sangat penting sebagai sarana pelestarian sejarah Kota Semarang. Di tengah kemajuan teknologi dan gedung-gedung modern, museum ini menjadi tempat yang mengingatkan kita akan akar dan budaya lokal. Menjelang musim liburan seperti Tahun Baru Imlek, pemanfaatan museum sebagai destinasi wisata alternatif juga membantu mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Kota Lama, khususnya di sekitar Taman Srigunting yang biasanya sangat ramai. Bagi wisatawan maupun pelajar yang ingin menghabiskan waktu dengan nuansa edukasi sekaligus rekreasi, Museum Kota Lama menjadi pilihan tepat. Selain belajar, pengunjung juga bisa menikmati keindahan arsitektur klasik dan berbagai pameran menarik yang rutin diperbarui. Tak heran jika selama periode libur Natal dan Tahun Baru, kunjungan ke museum ini bisa mencapai rata-rata 200 pengunjung per hari. Saya berharap kedepannya museum ini semakin ditingkatkan fasilitas dan program edukasinya, sehingga makin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari sejarah Semarang dengan cara yang asyik dan interaktif. Museum Kota Lama bukan hanya warisan budaya, tapi juga jembatan antara masa lalu dan masa depan bagi masyarakat Semarang dan para wisatawan.