Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang di kawasan wisata religi dan budaya Kelenteng Sam Poo Kong pada Sabtu, 15 Februari 2026.
Kedatangan Gibran disambut antusias masyarakat, pengurus kelenteng, tokoh agama, serta pelaku usaha di kawasan wisata tersebut. Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden beserta rombongan disambut dengan tarian gambang semarang dan atraksi barongsai. Kemudian Wapres meninjau langsung area ibadah serta aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Sam Poo Kong.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang mendampingi Wakil Presiden menyampaikan bahwa Klenteng Sam Poo Kong bukan hanya situs religi, melainkam juga simbol akulturasi budaya dan toleransi yang telah lama tumbuh di Kota Semarang.
“Kawasan ini menggambarkan harmoni kehidupan masyarakat Kota Semarang. Beragam latar belakang budaya dan agama dapat hidup berdampingan dan saling menghormati,” kata Agustina.
Selain meninjau kawasan wisata, Gibran juga berdialog dengan pengelola serta masyarakat mengenai pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Pemerintah Kota Semarang turut memaparkan upaya penataan kawasan wisata, peningkatan fasilitas publik, serta dukungan terhadap pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Agustina menilai kunjungan kerja Wakil Presiden ini memberi energi baru bagi Kota Semarang untuk terus menjaga harmoni sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
“Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi juga penguat komitmen bersama untuk merawat kebhinekaan dan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Selengkapnya baca matasemarang.com
==============================
Sebagai pelaku pariwisata di Semarang, saya melihat kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kelenteng Sam Poo Kong bukan hanya sebuah kehormatan tapi juga dorongan besar bagi para pelaku usaha lokal dan masyarakat sekitar. Kelenteng ini sudah lama menjadi icon pariwisata religi dan budaya, yang menggabungkan keberagaman etnis dan agama di Kota Semarang dengan sangat harmonis. Pengalaman saya berinteraksi dengan pengunjung lokal maupun mancanegara di kawasan Sam Poo Kong menunjukkan bahwa mereka sangat tertarik dengan perpaduan atraksi budaya—seperti tarian gambang Semarang dan barongsai—yang memperkaya kunjungan mereka. Selain ritual keagamaan, aktivitas ekonomi pelaku UMKM di sekitar kelenteng sangat terasa dampaknya, mulai dari penjualan makanan khas, kerajinan tangan, hingga jasa wisata. Pentingnya dukungan pemerintah dalam menata fasilitas publik dan mengembangkan pariwisata berbasis sejarah seperti yang disampaikan Wali Kota Agustina Wilujeng sangat saya rasakan manfaatnya. Hal ini memberikan suasana yang nyaman dan aman bagi pengunjung sekaligus meningkatkan pendapatan warga sekitar. Kunjungan kerja Wapres Gibran menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat komitmen menjaga kebhinekaan, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata. Dari pengalaman pribadi, saya berharap lebih banyak program yang mendukung UMKM agar mereka mendapatkan pelatihan dan akses pasar yang lebih luas. Selain itu, pelestarian budaya serta event kebudayaan di kawasan Sam Poo Kong perlu terus digalakkan agar semakin banyak wisatawan yang tertarik datang dan merasakan keunikan sejarah dan toleransi hidup masyarakat Semarang. Kesimpulannya, kunjungan Wapres ke Kelenteng Sam Poo Kong bukan hanya suatu kehormatan, tetapi juga pembuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan keharmonisan sosial di Kota Semarang. Semoga semangat ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
