Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membuka seleksi terbuka untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang.

Seperti diketahui, sejak mantan Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin mengundurkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan saat ini telah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang bersama Wali Kota Agustina Wilujeng, jabatan Sekda di Kota Semarang hingga saat ini masih isi Penjabat (Pj).

Guna mengisi jabatan Sekda definitif, Pemkot Semarang membuka seleksi terbuka bagi seluruh PNS tidak hanya di Kota Semarang dan Jawa Tengah, tapi se-Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Joko Hartono pada Senin 23 Februari 2026.

Joko mengatakan pengumuman pendaftaran dibuka pada 20 Februari hingga 6 Maret 2026.

“Pembukaan seleksi ini memang sudah kami persiapkan dan sudah mendapat rekomendasi dari Kepala BKN. Dan sudah dibentuk panitia seleksi yang diketuai Sekda Jateng Pak Sumarno dengan anggotanya ini para profesor,” kata Joko.

Joko memastikan proses seleksi pemilihan Sekda Kota Semarang berjalan transparan karena semuanya dilakukan dengan meminimalisir tatap muka.

“Sesuai regulasi seleksi ini transparan dan minim tatap muka jadi banyak proses dilakukan secara online,” tutur dia.

Pengumuman dan pendaftaran seleksi Sekda Kota Semarang bisa diakses melalui laman https://asnkarier.bkn.go.id.

Calon pendaftar cukup mengunggah semua berkas yang dipersyaratkan melalui website. Bahkan untuk pengumuman nama-nama pendaftar hingga mereka yang lolos juga bisa dipantau melalui website resmi BKN tersebut.

Selengkapnya baca matasemarang.com

==============================

#Matasemarang #Semarang #Kejadiansemarang #Beritasemarang #Infosemarang

2/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSedikit curhat sebagai orang yang suka mengikuti info seputar ASN, seleksi terbuka Sekda Kota Semarang ini menurutku menarik karena benar-benar dibuka untuk PNS se-Indonesia, bukan hanya lingkup Kota Semarang saja. Sistemnya juga sudah serba online, mirip dengan pola rekrutmen yang sekarang banyak dipakai di berbagai daerah, termasuk yang sering kita lihat di website BKPSDM atau BKPP. Buat yang belum familiar, pola pendaftarannya itu biasanya standar: calon pelamar menyiapkan dokumen administratif seperti SK pangkat terakhir, SK jabatan, DP3/PPK beberapa tahun terakhir, ijazah, sertifikat diklat, dan dokumen pendukung lain yang diminta di pengumuman. Semua berkas itu dipindai (scan) lalu diunggah ke website resmi yang sudah ditunjuk, dalam kasus ini melalui laman karier ASN BKN. Keunggulan proses online seperti ini, menurutku, adalah transparansi. Nama-nama pendaftar, proses seleksi administrasi, sampai nanti pengumuman siapa saja yang lolos tahapan berikutnya, bisa dipantau bersama. Kita jadi tidak perlu mengandalkan kabar dari "orang dalam" karena seluruh update biasanya diumumkan resmi di website. Ini mirip dengan yang sering kita lihat ketika membuka portal-portal kepegawaian daerah lain yang dikelola BKPSDM atau BKPP, di mana pengumuman lowongan, jadwal, dan hasil seleksi ditata rapi di satu situs. Dari sisi pelamar, ada beberapa hal yang menurut pengalamanku penting diperhatikan. Pertama, jangan mepet waktu saat mengunggah berkas. Di hari-hari terakhir pendaftaran, server sering ramai dan proses upload bisa lama atau gagal. Kedua, baca dengan teliti setiap persyaratan: banyak peserta gugur hanya karena hal sederhana seperti format file, ukuran dokumen, atau berkas yang kurang satu lembar. Ketiga, simpan baik-baik akun dan password yang dipakai mendaftar, karena nanti untuk cek kelulusan dan informasi tahapan berikutnya kita akan pakai akun yang sama. Aku pribadi sering memantau seleksi jabatan pimpinan tinggi seperti ini karena bisa jadi referensi karier buat teman-teman ASN yang ingin naik jabatan. Dengan proses yang transparan dan minim tatap muka, harapannya jabatan strategis seperti Sekda bisa terisi oleh sosok yang benar-benar kompeten. Yang paling penting, rajin cek situs resmi yang disebutkan di pengumuman karena semua info resmi, termasuk jika ada perubahan jadwal, pasti akan lewat sana duluan. Kalau kamu seorang PNS yang memenuhi kualifikasi, menurutku sayang banget kalau tidak mencoba. Minimal, kamu dapat pengalaman ikut seleksi terbuka jabatan tinggi pratama dan bisa tahu seberapa siap berkas dan rekam jejakmu dibanding kandidat lain. Siapa tahu, justru kesempatan di Semarang ini jadi langkah besar berikutnya dalam perjalanan kariermu sebagai ASN.