Menjelang musim mudik Lebaran 2026, pemerintah memastikan jalan nasional yang ada di wilayah Jawa Tengah siap dilalui pemudik. Bahkan kemantapan jalan nasional di Jawa Tengah sudah mencapai 93,47 persen.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher mengatakan, fokus utama penanganan menjelang Lebaran berada di Jalur Pantura. Pasalnya, jalur ini menjadi tulang punggung arus kendaraan dari arah barat ke timur Pulau Jawa.
“Kegiatan penambalan dan perbaikan kita lakukan sampai H-10 Lebaran. Targetnya sebelum puncak arus mudik, kondisi jalan sudah aman dan nyaman dilintasi,” kata Iqbal, Sabtu, 28 Februari 2026.
Iqbal menyebut fokus tersebut juga mencakup pekerjaan peninggian 700 meter ruas Kaligawe Semarang. Pekerjaan dilakukan pada jalur cepat dan jalur lambat mulai perbatasan jembatan tol menuju depan pintu masuk Rumah Sakit Islam Sultan Agung.
“Target realistis kita 700 meter sudah berfungsi pada 11 Maret. Itu jalur cepat dan lambat sudah bisa dilalui,” bebernya.
Ruas Kaligawe dikenal sebagai salah satu segmen paling padat di Kota Semarang. Jalur tersebut tidak hanya menjadi akses utama kendaraan jarak jauh Jakarta–Surabaya, tetapi juga penghubung aktivitas lokal Semarang–Demak.
Iqbal mengakui, pihaknya sempat mempertimbangkan penutupan total untuk mempercepat pekerjaan peninggian jalan. Namun setelah berkoordinasi dengan kepolisian lalu lintas, opsi tersebut dinilai tidak memungkinkan.
“Kalau ditutup total memang bisa lebih cepat selesai. Tapi volume kendaraan di situ sangat tinggi, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penutupan penuh,” katanya.
Selengkapnya baca matasemarang.com
==============================
#Matasemarang #Kaligawe #Kejadiansemarang #Beritasemarang #Infosemarang
Sebagai seorang pemudik yang rutin melewati jalur Pantura, terutama ruas Kaligawe di Semarang, saya sangat terbantu dengan adanya peningkatan kualitas jalan ini. Pengalaman saya saat mudik sebelumnya, kemacetan parah dan kondisi jalan yang tidak merata sering menjadi penyebab keterlambatan dan ketidaknyamanan perjalanan. Dengan target penyelesaian peninggian jalan Kaligawe pada 11 Maret 2026, saya optimis perjalanan mudik tahun ini akan lebih lancar dan aman. Saya juga memperhatikan keputusan BBPJN untuk tidak melakukan penutupan total pada ruas Kaligawe meskipun itu bisa mempercepat proses pengerjaan. Hal ini sangat tepat karena volume kendaraan di jalur ini sangat tinggi, dan penutupan total akan justru memperparah kemacetan. Koordinasi dengan kepolisian lalu lintas untuk mengatur kondisi ini juga dirasakan sebagai langkah yang realistis dan pro-pemudik. Selain itu, perbaikan menyeluruh hingga 93,47 persen di seluruh jalan nasional Jawa Tengah menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pemudik. Jalur Pantura sebagai tulang punggung arus kendaraan dari barat ke timur Pulau Jawa memang wajib mendapatkan perhatian khusus. Bagi saya dan banyak pemudik lain, informasi tentang kesiapan jalan, kapan perbaikan selesai, dan bagaimana kondisi lalu lintas sangat penting untuk merencanakan perjalanan mudik dengan baik. Jadi, update dari BBPJN dan pemerintah setempat bisa menjadi panduan yang sangat membantu agar pengalaman mudik tahun ini lebih menyenangkan dan aman bagi semua pihak.
