Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan rawan kecelakaan, Tanjakan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada Rabu 22 April 2026 dini hari.
Sebuah truk bermuatan kayu dilaporkan tidak kuat menanjak hingga akhirnya mengalami insiden yang menutup sebagian badan jalan.
Peristiwa ini terjadi tepat pada pukul 02.40 WIB. Truk dengan nomor polisi B 9262 BYY tersebut kehilangan tenaga saat mencoba melewati rute menanjak menuju arah Mijen/BSB, sehingga mengakibatkan kendaraan terhenti dan menghalangi jalur utama.
Beruntung, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden laka tunggal tersebut.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pengaturan lalu lintas guna menghindari kemacetan total.
Saat ini, arus lalu lintas baik dari arah Ngaliyan menuju BSB maupun sebaliknya diberlakukan sistem contraflow di sekitar titik kejadian.
Kecelakaan ini berdampak signifikan pada kepadatan kendaraan di kawasan sekitar.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun Instagram resmi Trans Semarang, situasi lalu lintas di sekitar Halte BRT Pandana Merdeka yang berdekatan dengan lokasi kejadian terpantau mengalami kepadatan sejak pagi hari.
Kepadatan arus serta penerapan sistem contraflow ini juga berdampak langsung pada operasional transportasi publik.
Pihak manajemen Trans Semarang menginformasikan bahwa armada Feeder 1A terpaksa melakukan putar balik di Perumahan Permata Puri.
“Karena kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan, armada Feeder 1A sementara tidak dapat melayani rute masuk ke SMPN 16 Kota Semarang dan melakukan putar balik di Permata Puri,” tulis keterangan resmi Trans Semarang.
Baca selengkapnya di matasemarang.com
=============================
#Matasemarang #Semarang #KotaSemarang #Beritasemarang #Kejadiansemaran
Sebagai warga Semarang yang cukup sering lewat jalur Ngaliyan–Mijen, nama Tanjakan Silayur itu memang sudah dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan. Medannya menanjak panjang, banyak kendaraan berat yang lewat, dan kalau malam atau dini hari suasana juga cenderung sepi sehingga orang kadang melaju tanpa terlalu waspada. Insiden truk bermuatan kayu terguling ini makin mengingatkan aku pentingnya hati-hati saat melintas di tanjakan Silayur. Kalau kamu terpaksa lewat Tanjakan Silayur, terutama pas malam atau subuh, ada beberapa hal yang biasanya aku lakukan biar lebih aman. Pertama, pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum nanjak, terutama rem dan tenaga mesin. Untuk mobil atau motor, usahakan pakai gigi rendah saat menanjak supaya tenaga tetap kuat dan nggak gampang kehilangan momentum. Jangan memaksa menyalip kendaraan besar di tikungan atau jalur menanjak karena sering kali jarak pandangnya terbatas. Buat pengendara truk atau bus, Tanjakan Silayur ini memang perlu perhatian ekstra. Muatan sebaiknya jangan berlebih, karena dari beberapa kejadian sebelumnya, banyak insiden karena kendaraan nggak kuat menanjak atau rem blong saat turunan. Kalau merasa mesin mulai kehilangan tenaga, lebih baik cari titik aman untuk menepi, jangan dipaksakan sampai akhirnya berhenti di tengah tanjakan dan menghalangi jalur utama. Dari sisi pengguna jalan lain, kalau tahu ada kecelakaan tunggal seperti truk terguling di Tanjakan Silayur, biasanya aku cek dulu info lalu lintas dari media lokal atau akun resmi seperti Trans Semarang sebelum berangkat. Saat kejadian seperti ini, sering diberlakukan contraflow dan sebagian jalan ditutup, jadi wajar kalau lalu lintas padat merayap. Alternatifnya, kita bisa pilih rute memutar lewat jalur lain meski agak lebih jauh, daripada terjebak di kemacetan panjang. Buat yang sehari-hari mengandalkan transportasi publik, terutama BRT dan feeder Trans Semarang, insiden di tanjakan Silayur berpengaruh besar. Operasional armada bisa berubah mendadak, seperti feeder yang harus putar balik di Permata Puri dan tidak bisa masuk ke kawasan tertentu. Jadi, sebelum berangkat sekolah atau kerja, aku sarankan cek dulu update di Instagram atau info resmi Trans Semarang supaya bisa atur waktu berangkat dan rute cadangan. Secara pribadi, setiap kali lewat lokasi kecelakaan tunggal di Tanjakan Silayur, aku selalu pelan dan waspada. Selain menghormati petugas yang sedang mengatur lalu lintas, kita juga perlu antisipasi kendaraan yang tiba-tiba pindah jalur karena contraflow. Lampu jalan memang cukup membantu menerangi lokasi kejadian, tapi tetap saja, kewaspadaan pengendara jadi kunci untuk mencegah kecelakaan susulan. Semoga dengan sering dibahasnya kejadian di Tanjakan Silayur Semarang ini, baik pengendara pribadi maupun sopir kendaraan berat bisa makin sadar kalau kawasan ini bukan jalur biasa. Perlu ekstra perhatian, jaga kecepatan, pastikan kondisi kendaraan, dan jangan ragu mencari informasi kondisi lalu lintas sebelum melintas di tanjakan ini.
