Kelompok terbang atau kloter pertama jamaah calon haji asal Jawa Tengah yang berjumlah 360 orang melalui Embarkasi Solo, Donohudan, Rabu dini hari, 22 April 2026, diterbangkan menuju Tanah Suci.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Tan Yasin Maimoen melepas kloter pertama, yakni dari Kabupaten Tegal yang terbang dari Bandara Adi Soemarmo, Rabu, pukul 01.05 WIB, menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 6101 menuju Madinah.
Ia berpesan kepada jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah serta Indonesia selama di Tanah Suci.
Jamaah calon haji juga diminta untuk selalu mengikuti arahan pembimbing dan jadwal yang telah disusun.
“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji),” katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak awal keberangkatan, seraya mengingatkan bahwa perjalanan ibadah haji berlangsung panjang, sekitar 40 hari sehingga jamaah harus cermat menjaga stamina.
“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” kata putra mendiang ulama kharismatik KH Maimoen Zubair tersebut.
Selain itu, Gus Yasin meminta jamaah calon haji menjaga perilaku selama di Tanah Suci.
Menurut dia, jamaah haji asal Jateng harus ikut mempertahankan citra baik jamaah Indonesia yang selama ini dikenal tertib, sopan, dan tidak menyulitkan pihak lain.
“Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana,” katanya.
Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jateng, kuota jamaah haji Jateng pada tahun ini mencapai 34.122 orang.
Baca selengkapnya di matasemarang.com
=============================
#Matasemarang #Semarang #KotaSemarang #Beritasemarang #Kejadiansemarang
Pengalaman mengikuti ibadah haji merupakan momen spiritual yang sangat berarti bagi banyak orang, termasuk jamaah calon haji asal Jawa Tengah. Dari cerita yang saya dengar dan alami sendiri, menjaga kesehatan fisik menjadi kunci utama agar dapat menjalankan ritual ibadah dengan lancar selama sekitar 40 hari di Tanah Suci. Ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah pengujian stamina dan ketahanan tubuh yang mengharuskan setiap jamaah untuk disiplin dalam pola makan, istirahat, serta kegiatan fisik. Selain itu, kekompakan antaranggota kloter maupun kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) sangat membantu dalam menjaga suasana yang kondusif dan saling mendukung secara emosional. Saya melihat sendiri bagaimana kepatuhan jamaah terhadap arahan pembimbing haji membantu jalannya ibadah lebih tertib dan nyaman, apalagi di tengah keramaian di Tanah Suci. Tidak kalah penting ialah menjaga perilaku dan sikap selama berada di tanah suci, yang tak hanya mencerminkan diri pribadi namun juga nama baik daerah dan negara. Banyak jamaah yang ingin meninggalkan kesan positif soal kedisiplinan, kesopanan, serta sikap hormat mereka terhadap sesama jamaah dan lingkungan sekitar. Pesan Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk menjaga citra baik provinsi dan Indonesia tentunya perlu selalu diingat. Secara pribadi, saya merasakan bahwa persiapan mental dan fisik seimbang sangat menentukan kualitas pengalaman ibadah haji. Informasi dan petunjuk dari KBIH sangat membantu, baik dalam persiapan dokumen, penyesuaian jadwal, hingga tata cara pelaksanaan ibadah yang benar. Oleh sebab itu, calon jamaah yang akan berangkat hendaknya tidak hanya fokus pada keberangkatan, tapi juga proses persiapan jauh hari sebelumnya agar bisa menikmati perjalanan spiritual ini dengan khusyuk dan penuh keberkahan. Selain aspek ibadah, interaksi sosial antar jamaah juga membawa warna tersendiri. Saya mendengar banyak cerita positif tentang bagaimana jamaah dari daerah berbeda saling membantu, menjalin persahabatan, dan memperkuat ukhuwah islamiyah selama menjalankan ibadah haji. Hal ini tentu menjadi kenangan yang berharga dan memperkaya pengalaman spiritual lebih dari sekadar ritual itu sendiri. Dengan kuota jamaah haji Jawa Tengah yang mencapai lebih dari 34.000 orang tahun ini, semangat untuk menjaga nama baik dan mengoptimalkan ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Semoga setiap jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta membawa pulang pengalaman spiritual yang mendalam dan penuh berkah.
