Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menargetkan hingga bulan September 2026 sebanyak 130 armada Trans Semarang beroperasi untuk menunjang pelayanan transportasi umum.

Peremajaan ini diamukkan secara bertahap. Pada tahap pertama, 41 armada diluncurkan tepat pada Hari Jadi ke 479 Kota Semarang, Sabtu, 2 Mei 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan 41 armada Trans Semarang mulai dari bus hingga feeder akan mengisi di di koridor 4, koridor 8, feeder 1 dan Feeder 3.

“Peremajaan ini untuk memperbaiki layanan transportasi umum. Tahun ini kita targetkan termasuk armada listrik adalah130 armada hingga bulan September,” kata Danang usai mendampingi wali kota Semarang meluncurkan trip pertama armada baru di Balai Kota Semarang.

Setelah peluncuran 41 armada baru, Danang menyebut sudah ada 50 armada yang saat ini sedang proses persiapan fisik di karoseri. Nantinya sebelum peluncuran selanjutnya, 50 armada tersebut juga akan dipastikan kesiapan dokumen dan fisik armada.

Ia menyebut dari jumlah tersebut nantinya 27 armada di antaranya adalah armada bus listrik yang akan ditempatkan di koridor 1.

“Yang konvensional tiap koridor ada yang peremajaan, kalau listrik sementara di koridor 1 dulu,” ujarnya.

Dengan peremajaan ini, diharapkan tidak ada keluhan masyarakat terkait dengan asap hitam pekat dari BRT yang sering disebut “cumi-cumi darat”.

“Harapannya tidak ada lagi cumi-cumi darat dan bus mogok, karena kasus yang kita temui di lapangan bus nya usianya sudah tua jadi kalau bis baru akan lebih baik semoga bisa kita antisipasi kasus yang sudah-sudah,” pungkas Danang.

Selengkapnya baca matasemarang.com

==============================

#Matasemarang #TransSemarang #Kejadiansemarang #Beritasemarang #Infosemarang

5/4 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai pengguna transportasi umum di Semarang, saya sangat menyambut baik peremajaan armada Trans Semarang yang sedang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang. Dari pengalaman saya menggunakan layanan Trans Semarang selama beberapa tahun terakhir, terkadang bus yang lama memang sering mengalami masalah seperti asap hitam atau bahkan mogok di tengah jalan, sehingga mengganggu kenyamanan dan ketepatan waktu perjalanan sehari-hari. Peluncuran 41 armada baru pada Mei 2026, termasuk bus listrik yang ramah lingkungan, merupakan langkah positif yang tidak hanya akan mengurangi polusi udara tetapi juga meningkatkan kualitas layanan. Bus listrik di koridor 1 menjadi proyek percontohan yang sangat menarik dan saya berharap nantinya armada listrik juga bisa diperluas ke koridor lain. Selain itu, dengan penambahan total 130 armada baru hingga September 2026, masyarakat bisa merasakan peningkatan frekuensi dan kapasitas angkutan umum yang lebih baik. Ini tentu sangat membantu bagi mereka yang beraktivitas di pusat kota maupun wilayah suburban. Pengalaman pribadi saya, menggunakan feeder yang menghubungkan ke koridor utama sangat memudahkan mobilitas. Dengan peremajaan armada termasuk feeder yang juga mendapatkan perhatian serius, akses ke berbagai titik di Semarang dapat semakin lancar dan nyaman. Harapan saya, program peremajaan ini tidak hanya berhenti pada penambahan armada baru tapi juga diikuti dengan peningkatan sistem manajemen dan pelayanan supaya Trans Semarang semakin menjadi pilihan utama warga. Keberlanjutan dan perawatan armada juga perlu diperhatikan agar kualitas layanan tetap terjaga dalam jangka panjang. Kesimpulannya, peremajaan armada Trans Semarang dengan target menghadirkan bus listrik dan armada baru sangat menjanjikan perubahan positif untuk transportasi umum di Kota Semarang. Ini adalah batu loncatan penting menuju transportasi perkotaan yang lebih modern, ramah lingkungan, dan dapat diandalkan bagi semua lapisan masyarakat.