Jerman harus pulang gasik setelah dikalahkan Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Selasa WIB.
Paraguay menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Jerman lewat drama adu penalti yang berakhir 4-3 setelah bermain imbang 1-1 di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, AS.
Hasil itu mengantarkan Paraguay melaju ke babak 16 besar menanti pemenang antara Prancis vs Swedia yang baru bertanding sehari berselang, sedangkan Jerman harus pulang lebih awal dari Piala Dunia untuk tiga edisi beruntun.
Setelah gol keunggulan Paraguay lewat Julio Ensico pada menit ke-42 bisa dibalas Jerman melalui sundulan Kai Havertz pada menit ke-54, kedua tim menghabiskan sisa waktu normal dan babak tambahan 2×15 menit tanpa mencetak gol tambahan.
Ironisnya Havertz menjadi satu dari tiga algojo Jerman yang kemudian gagal mengkonversi tendangan 12 pas dalam drama adu penalti bersama penyerang Nick Woltemade dan bek Jonathan Tah.
Sedangkan di kubu Paraguay hanya Antonio Sanabria dan Fabian Balbuena yang gagal di antara enam penendang yang bertugas dalam adu penalti sebelum Jose Canale jadi penentu kelolosan ke babak 16 besar.
Paraguay memperlihatkan strategi relatif bertahan nyaris sejak sepak mula hingga mampu mencuri keunggulan tiga menit jelang waktu normal babak pertama berakhir melalui situasi sepak pojok.
Sepak pojok dilepaskan Miguel Almiron yang langsung ditinju kiper Manuel Neuer, tapi bola kedua berhasil diamankan Paraguay kala Damian Bobadilla meluncur demi menyerahkannya kepada Matias Galarza.
... Baca selengkapnyaPengalaman menyaksikan pertandingan antara Paraguay dan Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026 sungguh memberikan pelajaran berharga tentang ketegangan dan drama sepak bola dunia. Saya sendiri mengikuti pertandingan ini secara langsung lewat siaran televisi, dan suasananya begitu tegang terutama ketika babak adu penalti dimulai. Saya terkesan dengan bagaimana Paraguay yang secara tak terduga mampu bertahan dengan disiplin sejak awal pertandingan dan memanfaatkan situasi sepak pojok untuk mencetak gol lewat Julio Ensico.
Menjelang adu penalti, saya melihat kegagalan tiga algojo Jerman, termasuk Kai Havertz, yang biasanya dikenal sebagai pemain dengan mental kuat, ternyata tidak bisa menahan tekanan. Ini menunjukkan bahwa tekanan di momen-momen krusial seperti ini sangat besar dan tak dapat diprediksi. Sementara itu, pemain Paraguay berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan tenang, yang akhirnya menentukan kemenangan mereka.
Dari sisi strategi, Paraguay tampak lebih memilih pendekatan bertahan dan menunggu momen yang tepat untuk menyerang, yang sangat efektif melumpuhkan lini serang Jerman. Hal ini mengingatkan saya bahwa dalam turnamen besar seperti Piala Dunia, bukan hanya kekuatan fisik dan keterampilan teknis yang menentukan, tapi juga strategi dan mentalitas tim.
Keberhasilan Paraguay ini membuka peluang mereka untuk melaju jauh menuju babak 16 besar dan menghadapi pemenang antara Prancis dan Swedia. Sebagai penggemar sepak bola, saya sangat antusias untuk mengikuti perkembangan selanjutnya. Pengalaman menonton laga ini juga menambah wawasan saya tentang pentingnya persiapan mental dan strategi dalam pertandingan bertahan dan jadi contoh nyata bahwa kejutan besar tetap mungkin terjadi di Piala Dunia.