Malam yang Menyejukkan Jiwa

Bermain di halaman rumah di tengah orangtua yang saling bertukar cerita di bawah cahaya bulan purnama, adalah nikmat masa kecil yang penuh keberkahan di desa. Malam yang hening menjadi saksi syukur kepada Allah, atas kebersamaan, tawa, dan ketenangan yang menyejukkan jiwa.

#MalamBulanPurnama #AlamDesa #IniCeritaku #CreatorLemon8 #AnakanakBermain

2025/7/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalau ingat malam-malam di desa, bukan cuma suasana bulan purnama yang terang dan angin sejuk yang aku rindukan, tapi juga momen ketika keluarga besar duduk di halaman rumah dan saling mengingatkan untuk tidak lupa membaca doa Al Waqiah. Di sela anak-anak bermain di atas tikar dan orang dewasa bercengkerama, biasanya ada satu orang yang pelan-pelan mulai membaca surat Al Waqiah atau dzikir malam, dan kami yang lain ikut mendengarkan dengan khusyuk. Bagi aku, doa Al Waqiah bukan sekadar amalan yang katanya bagus untuk dimudahkan rezeki, tapi juga jadi pengingat bahwa semua kebersamaan ini adalah karunia dari Allah. Membacanya di malam yang hening, di bawah cahaya bulan purnama yang terang, terasa jauh lebih menyejukkan jiwa. Langit yang bersih, suara jangkrik, dan obrolan hangat keluarga seolah jadi latar yang pas untuk memperdalam rasa syukur. Biasanya setelah makan malam, kami duduk di halaman, anak-anak masih berlari kecil, sementara yang tua-tua mulai bercerita tentang masa lalu, perjuangan hidup, dan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah lewat doa, termasuk membaca Al Waqiah secara rutin. Dari sana aku belajar kalau ketenangan hidup di desa bukan cuma karena alam yang indah, tapi juga karena kebiasaan mendekatkan diri kepada Allah di setiap malam. Doa Al Waqiah jadi bagian dari rutinitas, bukan hal yang harus dipaksa. Kalau kamu ingin mencoba merasakan ketenangan seperti itu, bisa mulai dengan meluangkan waktu beberapa menit di malam hari, cari tempat yang tenang, lalu baca Al Waqiah dengan perlahan. Nggak harus di desa, asal suasananya tenang dan hati siap untuk fokus. Setelah selesai membaca, luangkan waktu sebentar untuk merenung dan bersyukur atas hal-hal kecil: keluarga yang masih ada, rumah yang menaungi, dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Buatku, momen keluarga besar berkumpul di halaman rumah pedesaan pada malam hari di bawah cahaya bulan purnama yang terang, dipadu dengan doa Al Waqiah dan dzikir, adalah kombinasi sempurna antara kebersamaan dan spiritualitas. Itulah yang benar-benar menyejukkan jiwa, jauh lebih berharga daripada keramaian kota yang penuh hiruk pikuk tanpa ketenangan batin.

13 komentar

Gambar umi kalsumumi kalsum
umi kalsumumi kalsum

assalamu'alaikum wrwb🙏 slamat pagi slamat hari weekend semoga sehat sukses selalu kak disana🙏

Lihat lainnya(2)