Ladang Pahala

Dengan niat lillahi ta'ala, petani menapak lumpur, menggenggam harap.

Bersama kerbau dan mentari pagi,

ia titipkan doa di tiap jejak bajaknya.

Sawah ini bukan sekadar ladang padi,

tapi ladang pahala, tempat sabar diuji,

tempat syukur tumbuh dalam sunyi.

Sebab bagi hamba yang tawakal,

keringat pun bisa jadi dzikir yang tak terdengar.

#AlamDesa #SawahTerasering #Petani&Kerbau #CreatorLemon8

#Lemon8QnA

2025/7/17 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSetiap kali melihat hamparan luas sawah hijau, aku selalu merasa kecil tapi sekaligus tenang. Dari jauh tampak seorang petani di ladang, memimpin kerbau di pematang, langkahnya pelan tapi pasti. Di balik pemandangan yang indah itu, sebenarnya ada perjuangan panjang yang sering tidak kita lihat. Biasanya mereka sudah berangkat sebelum matahari terbit. Saat orang kota masih terlelap, petani sudah menapak lumpur yang dingin, menyiapkan ladang supaya saat mentari naik, pekerjaan utama bisa dimulai. Di momen seperti itu, suara kokok ayam, embun di ujung padi, dan nafas kerbau yang berat jadi latar belakang yang terasa damai sekaligus haru. Aku pernah ikut turun ke sawah sekali, dan di situ aku baru paham kenapa banyak orang menyebut sawah sebagai ladang pahala. Menapaki lumpur ternyata tidak semudah kelihatannya, kaki cepat lelah, punggung pegal, apalagi kalau harus mendorong bajak yang ditarik kerbau. Tapi para petani tetap tersenyum, sesekali bercanda, sambil sesekali menengadah ke langit seolah menitipkan doa di setiap jejak langkah. Dari hamparan luas itu aku belajar tentang tawakal. Mereka menyiapkan lahan sebaik mungkin, memilih bibit, mengatur irigasi, tapi tetap sadar hasil akhirnya ditentukan oleh Allah: bisa saja hujan terlalu deras, bisa juga kemarau terlalu panjang, atau hama tiba-tiba menyerang. Meski begitu, mereka tetap kembali ke ladang, musim demi musim, dengan harapan yang tidak pernah padam. Kalau kamu suatu saat melewati pedesaan dan melihat petani di ladang sedang membajak bersama kerbau, coba berhenti sebentar. Rasakan sejuknya angin, perhatikan barisan padi yang rapi, dan bayangkan berapa banyak keringat yang sudah jatuh di situ. Mungkin setelah itu kita akan lebih menghargai sepiring nasi yang ada di meja, karena di baliknya ada kerja keras dan doa yang mengalir dari hamparan luas sawah yang sunyi tapi penuh makna.

41 komentar

Gambar saksi pena
saksi pena

serasa nuasa bening ijin share foto boleh

Lihat lainnya(3)
Gambar pabrikmusikku
pabrikmusikku

hening....teras siring yang cantik....disinari hangat nya cahaya matahari

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya