“Awas, Jangan Duduk di Bantal, Nanti Bisulan!”

Waktu kecil, mungkin kita sering dengar ucapan ini dari orang tua atau nenek.

Katanya, kalau duduk di bantal nanti pantat bisa bisulan. Benarkah begitu?

Faktanya:

Secara medis, duduk di bantal tidak menyebabkan bisulan.

Bisulan muncul karena infeksi bakteri pada folikel rambut, bukan karena duduk di bantal.

Namun, nasihat ini ada makna tersembunyi:

👉 Bantal digunakan untuk kepala — bagian tubuh yang dianggap “bersih dan terhormat”.

👉 Jadi, duduk di bantal dianggap tidak sopan atau jorok.

👉 Dulu juga, bantal kapuk mudah kotor, jadi nenek kita melarang agar kita tetap menjaga kebersihan.

Kesimpulan:

“Jangan duduk di bantal” bukan soal bisulan, tapi tentang adab dan kebersihan — dua hal yang dijunjung tinggi dalam budaya dan ajaran Islam.

🌿

#MitosFakta #WajibTau #KenanganMasaLalu #YayOrNay #TentangKehidupan @Lemon8

2025/10/30 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku dulu termasuk yang gampang percaya kalau duduk di atas bantal itu bikin bisulan. Setiap kali nggak sengaja duduk di bantal, nenek langsung ngomel, katanya nanti pantat bisulan dan bantal jadi bantal busuk. Baru beberapa tahun terakhir aku cari tahu sendiri, ternyata secara medis duduk di bantal sama sekali bukan penyebab utama bisulan. Dokter menjelaskan, bisulan biasanya muncul karena infeksi bakteri (biasanya Staphylococcus aureus) yang masuk lewat kulit yang luka, lecet, atau kurang bersih. Jadi, yang lebih berpengaruh itu kebersihan kulit, keringat yang menumpuk, gesekan pakaian yang kotor, atau kebiasaan jarang ganti celana dalam. Kalau bantalnya bersih dan kulitmu juga bersih, cuma duduk sebentar di atas bantal tidak otomatis bikin bisulan. Tapi kalau dipikir-pikir, petuah “jangan duduk di atas bantal” ada benarnya kalau dilihat dari sisi kebersihan. Bayangin saja: pantat habis duduk di mana-mana, kena keringat, mungkin juga debu. Kalau itu nempel ke bantal dan bantal jarang dicuci, lama-lama bantal bisa jadi bantal busuk, apek, dan penuh bakteri. Bantal kotor ini yang bisa memicu masalah kulit lain, seperti jerawat di wajah, gatal-gatal, dan iritasi. Dulu, bahan bantal kebanyakan dari kapuk dan sarung bantalnya sulit dicuci sering-sering. Jadi wajar kalau orang tua melarang kita duduk di bantal, supaya bantal yang dipakai buat kepala tetap bersih dan wangi. Dari sini aku baru paham kalau sebenarnya petuah itu adalah cara halus untuk mengajarkan: kepala itu bagian yang dimuliakan, pantat jangan disamakan. Ada nilai adab dan rasa hormat di situ. Sekarang, aku tetap berusaha nggak duduk di bantal, bukan karena takut bisulan, tapi lebih karena menghargai budaya rumah dan menjaga kebersihan. Apalagi kalau ada tamu atau orang yang lebih tua, rasanya nggak enak saja kalau mereka lihat kita santai duduk di atas bantal yang biasa dipakai tidur. Kalau kamu masih sering dengar larangan ini di rumah, bisa banget jelasin pelan-pelan ke adik atau keponakan: duduk di bantal bukan penyebab langsung bisulan, tapi bisa bikin bantal cepat kotor kalau nggak dijaga. Sekalian ajak mereka rutin ganti sarung bantal, jemur bantal yang mulai lembap, dan jaga kebersihan kulit. Jadi, kita tetap hormati petuah lama, tapi juga paham fakta medis di baliknya.

2 komentar

Gambar bonday4949
bonday4949

Benar itu 👍

Lihat lainnya(1)