... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk yang agak takut kalau disuruh beli garam malam hari. Soalnya dari kecil sering dengar orang tua bilang, "jangan beli garam malam, nanti rezekinya ikut asin dan pergi." Kedengarannya serius banget, ya? Tapi makin besar, aku jadi penasaran: kenapa sih nggak boleh beli garam malam hari, apalagi kalau dilihat dari sudut pandang Islam?
Setelah aku cari tahu dari beberapa ustaz dan baca-baca, ternyata mitos beli garam malam hari itu tidak ada dalil khusus dalam Al-Qur'an maupun hadits. Tidak ada larangan khusus yang mengatakan beli atau memberi garam di malam hari bisa mengurangi rezeki. Dalam Islam, rezeki itu datang dari Allah, bukan dari garam atau dari waktu kita beli sesuatu. Jadi kalau ada yang bilang beli garam malam hari menurut Islam itu haram atau buang rezeki, sebenarnya itu cuma kepercayaan turun-temurun, bukan ajaran agama.
Kenapa mitos beli garam malam hari bisa muncul? Dari penjelasan yang aku temukan, dulu garam itu barang berharga dan sulit didapat. Orang-orang zaman dulu mungkin ingin mengajarkan anak-anak supaya hemat, jangan sering keluar rumah malam hari, atau jangan boros belanja. Akhirnya, dibuatlah pamali beli garam malam hari supaya orang lebih berhati-hati. Lama-lama, nasihat itu berubah jadi mitos yang terdengar menakutkan.
Kalau ditanya, "bolehkah beli garam malam hari menurut Islam?" jawabannya: boleh. Selama cara kita mencari dan menggunakan garam itu halal, tidak merugikan orang lain, dan tidak ada niat buruk, maka tidak masalah. Bahkan memberi garam ke tetangga atau keluarga di malam hari itu bisa jadi bentuk sedekah kecil. Di gambar artikel ini kan terlihat dua orang saling memberi garam sambil tersenyum, dan jelas tertulis "Itu MITOS bukan FAKTA!" – menurutku ini mengingatkan bahwa yang penting adalah niat baik, bukan takut rezeki hilang.
Ada juga yang mengaitkan garam dengan hal mistis, seperti mantra pelaris dari air garam atau menarik rezeki dengan garam. Dari pengalaman pribadi, hal-hal seperti itu bikin kita fokus pada benda, bukan pada Allah. Padahal, yang bisa benar-benar melapangkan rezeki adalah doa, usaha, dan sedekah, bukan sekedar ritus dengan air garam. Kalau pun kita pakai air garam untuk bersih-bersih rumah, ya itu sebatas ikhtiar fisik, bukan jimat.
Sekarang kalau kehabisan garam malam-malam, aku sudah nggak deg-degan lagi. Tinggal ke warung, beli garam, pulang, dan tetap yakin bahwa rezeki dijaga Allah, bukan ditentukan jam belanja. Menurutku, yang lebih bahaya justru kalau kita terlalu percaya mitos sampai menuduh orang yang jual garam malam hari sebagai pembawa sial. Padahal mereka cuma cari nafkah.
Jadi buat kamu yang masih bingung kenapa beli garam malam tidak boleh katanya, coba lihat lagi: apakah itu benar ajaran agama, atau cuma pamali yang diwariskan tanpa penjelasan? Kalau sudah tahu bahwa itu mitos, rasanya lebih lega. Kita bisa tetap menghormati orang tua yang menyampaikan nasihat, tapi di saat yang sama, kita luruskan pemahaman: rezeki nggak akan pergi hanya karena sebutir garam yang dibeli di malam hari. Yang menentukan rezeki adalah Allah, dan yang bisa kita lakukan adalah menjaga niat, berbuat baik, dan tidak takut pada mitos yang tidak berdasar.
Mitos🙏