Sampai kapan pun takan terganti🫶 #malangselatan #like #quotes #melow #pantai
Meski waktu datang dan berlalu, ada beberapa momen dalam hidup yang rasanya selalu nempel di kepala. Buat aku, salah satunya adalah saat-saat di pantai, terutama di kawasan Malang Selatan. Debur ombak, angin laut yang kenceng, langit senja yang oranye keunguan, semua itu kayak jadi latar yang sempurna buat merenung tentang seseorang yang pernah (atau masih) punya tempat spesial di hati. Kadang aku duduk sendiri di tepi pantai, cuma ditemani suara ombak. Di situ aku sadar, meski waktu datang dan pergi, perasaan nggak selalu ikut berubah secepat itu. "Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan, semua tak kan mampu mengubahku" – kalimat itu kerasa banget pas lagi melow sendirian. Ada orang yang mungkin sekarang udah jauh, entah karena jarak, keadaan, atau sama-sama memilih pergi, tapi namanya tetap ada di relung hati. Menurutku, wajar kalau kita masih menyimpan rasa. Hanyalah kau yang ada di relungku, hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta – kalimat seperti ini sering banget keulang di kepala tiap kali dengar lagu melow atau baca quotes galau. Bukan berarti kita nggak move on, tapi lebih ke menghargai bahwa pernah ada sosok yang begitu berarti, yang bikin kita ngerti apa itu jatuh cinta sampai segitunya. Kalau lagi di pantai, aku suka tulis-tulis kata-kata di pasir: "kau bukan hanya sekedar indah, kau tak akan terganti". Romantis sedikit nggak apa-apa, meskipun mungkin yang baca cuma ombak yang datang menghapus tulisan itu pelan-pelan. Tapi justru di situ kerasa: sekuat apapun kita menahan, waktu tetap berjalan. Bedanya, meski tulisan di pasir hilang, kenangannya tetap tinggal. Buat kamu yang mungkin lagi ngerasain hal serupa, nggak perlu malu kalau masih keinget seseorang. Nikmatin aja fase melow-nya. Jalan-jalan ke pantai, dengerin lagu favorit, tulis apa yang kamu rasain. Kadang dengan menuangkan perasaan dalam bentuk kata, entah itu quotes pendek atau curhatan panjang, hati jadi sedikit lebih lega. Pada akhirnya, kita akan sampai di titik menerima: meski waktu datang dan berlalu, nggak semua orang harus terganti. Ada yang cukup disimpan sebagai bagian dari cerita hidup, yang diam-diam tetap kita jaga rapat di relung paling dalam.




























