MIKAEL berarti 'siapakah yang sama dengan Allah?' Mikael adalah malaikat agung Allah dan panglima bala tentara surga, juga dikenal sebagai pembela kaum beriman dalam menghadapi serangan musuh. Cerita klasik tentang Malaikat Mikael dapat ditemukan dalam kitab Wahyu 12 dan kitab Daniel 10. Bahkan Paus Gregorius pernah melihatnya ketika Roma terserang wabah.
•
GABRIEL dikenal juga dengan nama Jibrail yang berarti 'kekuatan Allah'. Dalam tradisi Kristen, malaikat ini dikenal sebagai 'pembawa kabar sukacita' dari Tuhan kepada manusia. Perannya sebagai pelayan dan utusan Allah sudah dikenal sejak masa Perjanjian Lama.
•
RAFAEL berarti 'obat Tuhan', 'tabib Allah' atau 'Tuhan menyembuhkan'. Kitabnya yang terkenal sebagai tabib dapat kita temukan dalam kitab Tobit 4-12. Di sana dia tampak sebagai 'teman seperjalanan' Tobia ke negeri Media, sebagai penyembuh Tobias, dan sebagai penyembuh Sara, putri Raguel, dari roh jahat.
... Baca selengkapnyaKalau bicara tiga Malaikat Agung, aku pribadi merasa devosi ke mereka bantu banget dalam perjalanan rohani sehari-hari. Pesta Malaikat Agung dirayakan tiap 29 September, dan biasanya di gereja Katolik akan ada Misa khusus. Di beberapa paroki, imam juga mengajak umat mendoakan doa Santo Mikael di akhir Misa sebagai perlindungan dari kejahatan.
Malaikat Mikael dalam tradisi Kristen sering digambarkan memakai zirah, memegang pedang dan perisai, berdiri mengalahkan naga atau setan. Simbol ini menggambarkan perannya sebagai panglima bala tentara surga dan pembela umat beriman. Banyak orang Katolik berdoa kepadanya saat merasa diganggu, takut, atau sedang mengalami "serangan" rohani. Doa Santo Mikael yang terkenal kurang lebih isinya memohon agar ia melindungi kita dari perangkap dan godaan si jahat, serta mengusir roh-roh jahat dengan kuasa Allah.
Gabriel, yang sering digambar memegang bunga lili dan gulungan, mengingatkan kita pada kabar gembira kepada Maria. Lili melambangkan kemurnian, dan gulungan atau kitab melambangkan sabda yang ia bawa. Dalam hidup sehari-hari, kita bisa meneladan Gabriel dengan belajar peka pada kehendak Allah dan berani menyampaikan kabar baik pada orang lain, entah lewat kata-kata penghiburan, dukungan, atau sekadar hadir untuk teman yang sedang jatuh.
Rafael erat kaitannya dengan penyembuhan. Dalam ilustrasi, ia kadang digambar membawa ikan dan tongkat, merujuk kisah Tobit. Ikan melambangkan sarana penyembuhan, sedangkan tongkat menandakan bahwa Rafael adalah teman seperjalanan. Banyak orang yang sedang sakit, bergumul dengan kesehatan mental, atau mendampingi keluarga yang sakit, merasa terhibur dengan sosok Malaikat Rafael sebagai "tabib Allah" yang menyertai proses penyembuhan.
Menariknya, di luar tiga malaikat ini, dalam tradisi Kristen juga dikenal malaikat peniup sangkakala, yang sering dihubungkan dengan akhir zaman dan penghakiman. Namun fokus Gereja dalam devosi resmi tetap pada tiga Malaikat Agung: Mikael, Gabriel, dan Rafael. Mereka bukan sekadar figur di lukisan atau ilustrasi rohani, tapi sahabat tak kelihatan yang dapat kita minta bantu doa.
Kalau kamu mau mulai devosi sederhana, bisa coba: mendoakan doa Santo Mikael tiap hari, memohon Malaikat Rafael menyertai perjalanan atau pengobatan, dan mengundang Malaikat Gabriel agar membantu kamu menangkap dan melakukan kehendak Tuhan. Pelan-pelan, pengenalan kita pada para malaikat ini bisa bikin iman terasa lebih hidup dan realistis, karena kita sadar tidak berjalan sendirian dalam perjuangan rohani.