Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah ‘kelakuan emak’ yang menggambarkan sikap dan tingkah laku ibu dalam keluarga atau lingkungan sosial. Pengalaman pribadi saya, melihat kelakuan emak sering membuat suasana menjadi hidup dan penuh warna. Kadang, kelakuan mereka bisa sangat menggelikan atau bahkan membuat kita terkejut. Misalnya, sering kali kita mendapati emak yang ekspresif dan tanpa basa-basi menyampaikan apa yang mereka pikirkan. Kelakar atau candaan yang dilontarkan terkadang spontan dan jujur, sehingga bisa mengundang tawa atau pun refleksi diri bagi yang mendengarnya. Ada juga momen di mana wajah anak bisa sangat mirip dengan wajah bapaknya, sehingga ada anggapan bahwa sifat dan kelakuan tertentu juga bisa diturunkan atau terlihat dari keluarga. Saya pernah berada dalam situasi di mana teman-teman saya bercanda mengenai kesamaan wajah antara saya dan orang tua, yang juga diikuti dengan pengamatan tentang kesamaan sifat. Ini tentu saja hal yang menarik dan bisa dijadikan bahan obrolan hangat. Dalam budaya kita, mengamati dan membicarakan hal seperti ini adalah bagian dari kebiasaan yang mempererat hubungan sosial. Selain itu, kelakuan emak yang kadang ‘banget’—artinya sangat kental dengan ciri khas dan kebiasaan yang memang unik—menjadi sumber inspirasi banyak cerita lucu maupun inspiratif dalam keluarga. Hal ini membuat saya semakin menghargai peran emak sebagai sosok yang tidak hanya menjadi pengasuh, tetapi juga penyemangat dan pengarah dalam kehidupan keluarga.
23 jam yang laluDiedit ke
