Kisah pilu sang pahlawan devisa❤❤❤

Kisah ini berawal dari Ibune Kayla Alifiana yang seminggu lalu chat saya menyampaikan informasi adanya seorang ayah dari Cilacap Kota yang kehilangan kontak anaknya yang menjadi TKI di Hongkong.Kabar terakhir yang di terima dari kontak sang anak pada saat sang anak di bawa ke salah-satu rumah sakit di Hongkong dan dinyatakan koma.Sejak itu nomer kontak sudah tidak bisa di hubungi lagi,sementara orang tua tidak punya satupun kontak di Hongkong yang bisa di hubungi untuk mencari kabar dan keberadaan sang anak.

Berbekal informasi yang minim saya berinisiatif menghubungi sahabat saya Judy Houyai Judy Houyai ketua forum komunikasi Cilacap-Hongkong.Berawal dari KTP Indo atasnama Sutini yang beralamat di Tegal Kamulyan Cilacap serta nomer kontak terakhir akhirnya di temukanlah rumah sakit tempat Sutini di rawat.Menurut keterangan Mbak Judy nama Sutini tidak terdaftar di KJRI Hongkong dan di tengarai masuk Hongkong dengan data yang direkayasa.Allhamdulillah berkat kerja keras mbak Judy akhirnya di temukanlah majikan yang mengirim Sutini ke rumah sakit serta agen penyalurnya di Hongkong yang ternyata juga tidak terdaftar di KJRI.

Dengan sedikit drama akhirnya pihak agen yang awalnya terkesan menutupi bersedia mengeluarkan pasport atasnama Sutini.Berbekal pasport yang ada akhirnya di temukan perusahaan PJTKI pengirim Sutini di Indonesia yang beralamat di Tanggerang.

Pada Hari Minggu tanggal 10 mei 2026 mbk Judy berhasil menemui Sutini di rumah sakit.Saat ditemui kondisi Sutini sudah lepas dari masa kritis meskipun masih belum sepenuhnya bisa di ajak berkomunikasi.

Untuk saat ini Sutini sudah dalam pantauan pihak KJRI Hongkong serta teman-teman komunitas yang ada di Hongkong.Pihak PJTKI pengirim Sutini,agen serta majikan sudah bersedia bertanggung jawab untuk pengobatan hingga kepulangan Sutini ke tanah air.

Mohon do'anya semoga Sutini bisa segera pulih dan bisa kembali bertemu keluarga di Indonesia.Untuk teman-teman di Hongkong yang ingin berempati kepada Sutini bisa menghubungi mbak Judy 🙏

#tkihongkong #buruhmigranindonesia #tkwhongkong #pahlawandevisa #tki

5/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seorang yang pernah mengikuti cerita mengenai para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, saya sangat tergerak oleh kisah Sutini. Kasus TKI yang hilang kontak dan mengalami musibah seperti Sutini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara keluarga di tanah air, komunitas TKI di luar negeri, serta lembaga resmi seperti KJRI. Dari pengalaman saya, misalnya saat berinteraksi dengan TKI yang bekerja di kawasan Hongkong dan sekitarnya, dukungan dari komunitas sangatlah vital. Forum komunikasi seperti yang dipimpin oleh Mbak Judy Houyai memberikan jembatan informasi yang sangat berharga, membantu menangani masalah mendesak yang mungkin tidak langsung terselesaikan lewat jalur resmi. Lebih jauh lagi, kisah seperti ini mengingatkan kita pentingnya pengawasan ketat terhadap agen PJTKI dan majikan yang mempekerjakan TKI. Masuknya Sutini dengan data yang direkayasa serta ketidakterdaftarannya di KJRI Hongkong menandakan adanya celah dalam sistem yang harus diperbaiki agar perlindungan bagi para tenaga kerja Indonesia bisa maksimal. Saya pernah mendengar dan membaca cerita dari sesama TKI yang mengalami masalah serupa, dimana kontak ke keluarga terputus dan sulit mendapat bantuan. Hal ini membuat mereka sulit mendapatkan pertolongan cepat. Oleh karenanya, komunikasi antar sesama TKI dan keberadaan komunitas menjadi sangat penting sebagai jaringan sosial dan dukungan. Selain itu, peran KJRI dalam memantau kondisi TKI serta membantu proses pengobatan dan pemulangan sangat krusial. Dari kisah ini juga terlihat bahwa adanya kerja sama yang baik antara KJRI, komunitas lokal, serta agen dan majikan yang bertanggung jawab, sangat membantu dalam menyelesaikan masalah dengan lebih cepat dan manusiawi. Sebagai pahlawan devisa, para TKI memberikan kontribusi besar bagi negara, sehingga perlindungan hak-hak mereka harus menjadi prioritas kita bersama. Kisah Sutini semoga menjadi pembelajaran serta motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan perhatian dan kepedulian tidak hanya secara pribadi, tetapi juga di tingkat kebijakan dan operasional. Semoga Sutini segera pulih dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi para TKI lain dan keluarga mereka untuk tidak menyerah menghadapi tantangan yang ada.