Para atlet butuh kerjaan
7 thn menunggu tolong pak
@KEMENPORA RI @gerindra @Prabowo Unofficial
@dr. Richard Lee, MARS, ph.D bantu up bg
Kalau orang nanya, "atlet tugasnya apa sih?" kebanyakan cuma kepikiran latihan, tanding, menang, sudah. Padahal dari pengalaman aku lihat sendiri, tugas atlet itu jauh lebih luas dan berat dari yang kelihatan di TV. Pertama, tugas utama atlet jelas: berlatih dan bertanding untuk mengharumkan nama daerah dan negara. Teman-teman polo air ini latihan tiap hari, sering subuh atau malam, hampir nggak kenal libur kalau lagi persiapan event besar seperti SEA Games. Mereka jaga pola makan, disiplin tidur, dan rela ninggalin banyak momen bersama keluarga demi fokus ke latihan. Itu semua bagian dari "tugas" yang nggak pernah masuk berita. Kedua, atlet juga punya tugas jadi role model buat anak muda. Waktu mereka dapat emas di SEA Games 2019 dan perak di Kamboja 2023, banyak adik-adik yang jadi tertarik sama olahraga, mulai rajin latihan di klub, dan punya mimpi jadi atlet. Setiap kali ada yang minta foto, minta tips latihan, atau sekadar ngobrol soal hidup di dunia olahraga, itu juga bentuk tanggung jawab yang nggak tertulis di kontrak apa pun. Ketiga, ada tugas yang sering dilupain: membangun prestasi jangka panjang buat negara. Sertifikat medali emas SEA Games 2019 dan medali perak 2023 itu bukan cuma kertas dan logam, tapi bukti kalau Indonesia bisa bersaing di cabang aquatics water polo. Prestasi kayak gini biasanya dijadikan dasar untuk dapat penghargaan negara, termasuk peluang pekerjaan sebagai PNS lewat jalur atlet berprestasi. Nah, di sinilah mulai berasa berat. Di foto-foto kelihatan ada surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) soal verifikasi dan validasi data olahragawan berprestasi untuk penghargaan pekerjaan sebagai PNS. Ada juga undangan ke Istana Merdeka, ketemu Presiden, foto bareng Pak Jokowi, dan unggahan resmi Kemenpora yang bangga sama medali perak untuk Indonesia. Dari luar kelihatan keren, tapi di balik itu, banyak atlet yang tetap harus menunggu kejelasan kerjaan bertahun-tahun. Tugas atlet setelah pensiun atau setelah masa jaya prestasi juga sebenarnya adalah membangun masa depan mereka sendiri: cari nafkah, menghidupi keluarga, dan kalau bisa tetap mengabdi di dunia olahraga sebagai pelatih, guru olahraga, atau PNS di bidang kepemudaan dan olahraga. Makanya, program penghargaan berupa pekerjaan PNS untuk atlet berprestasi itu penting banget. Itu semacam bentuk balas jasa negara atas pengorbanan mereka. Dari sisi aku sebagai orang yang ngikutin cerita ini, rasanya campur aduk. Bangga lihat tim polo air Indonesia bisa bawa pulang emas 2019 dan perak 2023, tapi juga sedih karena setelah itu mereka masih harus berjuang cari kerjaan tetap. Surat-surat resmi sudah ada, proses verifikasi data atlet berprestasi sudah jalan, tapi yang paling ditunggu tetap satu: realisasi. Jadi, kalau ditanya lagi "atlet tugasnya apa?" Jawabannya: tugas atlet bukan cuma menang dan terima medali. Mereka ngorbanin waktu, tenaga, bahkan karier di luar olahraga demi bendera merah putih. Harapannya, setelah mengabdi lewat prestasi, mereka juga dapat hak untuk hidup layak—salah satunya lewat kesempatan kerja yang jelas, misalnya sebagai PNS sesuai janji dan aturan yang sudah dibuat. Dan semoga cerita kayak gini makin banyak yang tahu, supaya nasib atlet berprestasi nggak cuma dibanggakan saat upacara, tapi juga benar-benar diperjuangkan di kehidupan sehari-hari.










