Beri bantuan hanya kepada mereka yang mau dibantu. Dan memberi bantuan juga harus dengan batasan.

5/21 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa terdorong untuk membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang meminta bantuan benar-benar menginginkan perubahan atau usaha untuk memperbaiki keadaan mereka. Berdasarkan pengalaman saya, membantu tanpa batas justru bisa berujung pada ketergantungan yang merugikan kedua belah pihak. Misalnya, ada orang yang seolah menikmati kondisi sulitnya dan tidak berusaha mencari solusi meskipun sudah diberikan beberapa saran atau bantuan. Situasi ini memang kadang membuat kita merasa frustrasi, tapi itulah mengapa selektivitas dalam memberi bantuan sangat penting. Kisma Fawzea, seorang konselor pernikahan Indonesia, menekankan bahwa bantuan hanya efektif jika orang yang menerima benar-benar mau dibantu. Ini berarti, saat kita menawarkan bantuan, kita juga perlu melihat niat dan kesiapan mereka menerima support tersebut. Jangan sampai kita malah memanjakan atau memperkuat kebiasaan yang kurang baik. Selain itu, menetapkan batasan dalam memberi bantuan juga sangat perlu. Contohnya dalam hal pinjaman uang — kita harus cermat dengan siapa kita memberikan pinjaman agar tidak menjadi beban atau masalah di kemudian hari. Memberi bantuan harus diimbangi dengan kebijaksanaan agar tidak disalahgunakan dan hubungan yang terjalin tetap sehat. Saya pribadi belajar banyak sejak mulai menerapkan prinsip ini. Saya jadi lebih bijak memilih kapan dan kepada siapa saya memberikan bantuan. Hal ini bukan berarti kita acuh tak acuh, melainkan memberi tanpa merugikan diri sendiri dan memastikan orang yang dibantu punya kemauan untuk berubah. Dengan begitu, bantuan yang kita berikan akan lebih bermakna dan berdampak positif. Jadi, solidaritas dan empati memang penting, tapi jangan sampai itu membuat kita mengorbankan diri secara berlebihan atau membantu tanpa henti kepada pihak yang tidak serius ingin berubah. Ingatlah, membantu dengan batasan dan pilih-pilih bukan berarti egois, melainkan cara menjaga diri dan membantu secara tepat sasaran.