“Menjadi perempuan yang mandiri bukan berarti harus mengerjakan semuanya sendiri. Kita mungkin mampu mengangkat galon, mengganti gas, atau mengurus banyak hal. Tapi ketika ada suami, tidak ada salahnya berbagi peran dan meminta bantuan.

Batasan (boundaries) itu penting. Kita bisa melakukan banyak hal, tetapi bukan berarti semua tanggung jawab harus kita pikul sendiri. Sama seperti di dunia kerja, kita memiliki kemampuan, namun bukan berarti semua pekerjaan orang lain menjadi tugas kita.

Mandiri bukan tentang memikul semuanya sendirian, melainkan tentang memahami kapan harus kuat dan kapan boleh berbagi beban.” ❤️

#Parenting #KeluargaHarmonis #SuamiIstri #BerbagiPeran #Boundaries

6/17 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman saya pribadi sering kali bertemu dengan situasi di mana perempuan merasa harus melakukan segala sesuatu di rumah tanpa bantuan siapapun. Namun, seiring waktu saya belajar bahwa menjadi mandiri bukan berarti harus menyelesaikan semua pekerjaan sendiri. Misalnya, hal sepele seperti mengangkat galon atau mengganti tabung gas, bisa jadi tugas bersama antara suami dan istri. Menerapkan batasan (boundaries) dalam rumah tangga sangat membantu untuk menjaga kesehatan mental dan keharmonisan keluarga. Kita perlu sadar bahwa kemampuan kita bukan berarti harus menanggung beban semua tanggung jawab. Saya pernah mendengar seorang konselor pernikahan, Kisma Fawzea, menyampaikan bahwa berbagi beban itu bukan tanda manja, melainkan tanda bijak dalam mengenali batas kemampuan diri. Dalam pekerjaan profesional pun, kita bisa mengerjakan banyak hal, tapi bukan berarti harus mengambil pekerjaan orang lain. Sama halnya dalam keluarga, jika suami turut membantu mengangkat beban pekerjaan rumah, bukan hanya meringankan tugas, tapi juga menguatkan hubungan suami istri. Saya juga merasakan manfaat saat mulai belajar meminta bantuan dan berbagi tugas rumah tangga. Suami saya mulai ikut membantu berbagai pekerjaan sehingga kami bisa saling mendukung dan lebih dekat. Dengan saling berbagi peran, bukan hanya beban yang terasa ringan tapi juga menumbuhkan rasa saling menghargai. Jadi, kunci mandiri dalam keluarga menurut saya adalah mengetahui kapan harus berjuang sendiri dan kapan harus berbagi beban. Bukan berarti harus melakukan semuanya karena kuat, tapi lebih ke pandai mengenali batasan kemampuan dan saling bantu. Ini yang membuat keluarga bisa tetap harmonis dan masing-masing anggota merasa dihargai.