Ada yang sama ngak ni bund?
Trs kalau sudah bb naik susah banget turunnya yg ada malah naik trs pdhal sudah olahraga juga trs porsi makan dikurangi🥲😅#MauTanya #TipsLemon8 #PengalamanKu
Pengalaman saya pribadi dan banyak yang saya dengar dari teman-teman menunjukkan bahwa kenaikan berat badan setelah menikah sering kali terkait dengan perubahan pola hidup dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, setelah berumah tangga, waktu aktivitas fisik bisa berkurang karena kesibukan mengurus keluarga, dan pola makan biasanya berubah menjadi lebih banyak memasak dan makan bersama yang kadang tidak terkontrol porsi atau jenis makanannya. Selain itu, stres karena penyesuaian hidup baru atau faktor psikologis juga dapat memengaruhi metabolisme dan kebiasaan makan. Bahkan saat olahraga dan mengurangi porsi makan sudah dilakukan, kadang berat badan tetap naik karena faktor hormonal atau kurangnya variasi dalam jenis olahraga yang dilakukan. Olahraga berat badan turun memang butuh waktu dan konsistensi. Tips yang saya praktikkan adalah mencatat asupan makanan harian agar lebih sadar kalori yang masuk, memilih jenis olahraga yang menyenangkan seperti jalan kaki atau yoga agar rutin dilakukan, dan memperhatikan kualitas tidur karena kurang tidur juga dapat memicu kenaikan berat badan. Selain itu, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter bisa membantu memahami penyebab pasti kenaikan berat badan, terutama kalau berat badan naik signifikan dari 55kg ke 78kg seperti pengalaman yang disebutkan. Intinya, penting untuk sabar dan tetap berusaha mengatur pola makan dan gaya hidup. Berat badan bukan cuma soal angka, tetapi soal kesehatan dan kebiasaan hidup yang harus dijaga secara menyeluruh.


