Huhu terharu
Ternyata ini disebut cross identification dimana bayi menyadari bahwa sang ibu sedang memberi sesuatu untuk nya, mulai dari susu, ketenangan , kenyamanan, dan cinta kasih. Oleh karena itula ia ingin memberikan balasan dg cara yang bisa dia lakukan yaitu memegang mulut ibuna, walau sederhana tapi itula cara ia berterimaa kasih dan ucap rasa sayangnya❤️ terharu banget liat penjelasannya, suatu saat nanti hal ini pasti akan sangat aku rindukan💋 belum lagi sekarang kalau dbf udah kayak barongsai 🤦🏼♀️🤦🏼♀️
Fenomena 'cross identification' yang dialami bayi saat menyentuh mulut ibunya adalah sebuah bentuk komunikasi non-verbal yang sangat menyentuh hati. Hal ini menunjukkan betapa bayi tidak hanya menerima kasih sayang secara fisik berupa susu, ketenangan, dan kenyamanan, tetapi juga secara emosional merasakan ikatan kuat dengan ibunya. Ketika bayi memasukkan jari ke mulut ibu saat melakukan dbf (direct breastfeeding), itu bukan sekadar kebiasaan, melainkan cara sederhana namun bermakna sebagai ungkapan rasa terima kasih dan sayang dari sang bayi. Dalam perspektif psikologi perkembangan anak, sentuhan memiliki peran penting dalam membangun hubungan dekat antara ibu dan bayi. Sentuhan yang dilakukan bayi seperti memegang mulut ibu membuatnya merasa lebih aman dan nyaman. Selain itu, perilaku ini juga bertujuan memperkuat hubungan emosional antara ibu dan anak. Orang tua yang memahami bahwa kebiasaan tersebut adalah bentuk komunikasi bayi akan lebih sabar dan peka terhadap kebutuhan emosional sang anak. Banyak orangtua mungkin bertanya-tanya tentang alasan bayi sering kali memasukkan jari ke mulut ibu saat menyusui atau dbf. Dengan pemahaman tentang cross identification, mereka dapat melihat bahwa bayi sebenarnya mencoba membalas kebaikan dan rasa cinta ibunya melalui cara yang sederhana tapi penuh makna ini. Bila suatu saat nanti anak tumbuh dewasa, momen-momen ini akan menjadi kenangan yang sangat dirindukan. Selain aspek emosional, manfaat dbf juga sangat besar bagi bayi, seperti memperkuat sistem imun, meningkatkan ikatan emosional, dan memenuhi kebutuhan nutrisi secara optimal. Maka dari itu, meskipun terkadang terlihat lucu atau merepotkan, seperti bayi yang saat dbf 'kaya barongsai', pengalaman ini harus diapresiasi sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang alami dan penuh cinta. Memahami fenomena cross identification dapat membantu para ibu dan keluarga untuk lebih menghargai tanda-tanda kasih sayang dari bayi mereka, menciptakan suasana pengasuhan yang hangat dan penuh empati. Inilah keindahan hubungan manusia paling awal yang akan selalu dikenang dan dirayakan.


























































