Animal still better than them #ketikanjahat
Saya pernah memperhatikan betapa seringnya manusia berperilaku yang kurang baik terhadap sesamanya, bahkan terkadang melupakan empati dan belas kasih yang seharusnya menjadi sifat dasar manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mudah menyalahkan orang lain atau cepat emosi, hal yang seringkali membuat hubungan sosial menjadi tidak harmonis. Berbeda dengan hewan seperti tikus atau kecoa yang disebutkan, meskipun dianggap sebagai makhluk sederhana dan bahkan menjijikkan, mereka menjalani hidup dengan naluri dan tanpa niat jahat atau dendam. Hewan-hewan ini tidak pernah menyimpan kebencian atau berusaha membalas dengan cara yang merugikan seperti manusia. Mereka hanya menjalankan insting bertahan hidup yang sesungguhnya bisa menjadi cerminan sikap sederhana dan murni. Dalam pengalaman saya, mengamati hewan bisa mengajarkan banyak hal tentang keikhlasan dan ketidakberpihakan. Misalnya, saat melihat seekor hewan kecil menghadapi tantangan hidup tanpa keluhan, kita diajak untuk merenungkan bagaimana kita sebagai manusia juga harus menghadapi masalah dengan kepala dingin dan hati yang terbuka. Selain itu, sikap hewan yang tidak memasang topeng atau pura-pura juga mengingatkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih tulus, jujur, dan memiliki empati terhadap sesama. Dengan begitu, kita bisa membangun hubungan yang lebih baik dan lingkungan sosial yang lebih positif. Jadi, mungkin ucapan 'animal still better than them' itu tidak sekadar sindiran, melainkan sebuah pengingat bagi kita agar belajar dari kesederhanaan hati hewan dalam menjalani hidup. Mereka tidak menyimpan dendam, tidak berbohong, dan tidak menghitung kesalahan seperti manusia kadang kala. Dari sini, kita bisa mengupayakan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih manusiawi.
