Srikaya Palembang
💌 Nama Produk: Srikaya Palembang
👩🔬 Bahan-bahan: telur 4 butir, gula 100gr, santan 250ml, perasan daun pandan 50ml, garam 1/2sdt, vanili secukupny, pewarna hijau secukupny
Selamat mencoba 😘
#srikayapandanpalembang #srikayopalembang #makanapalembang #IndahnyaRamadhan
Di rumah, srikaya Palembang ini sering jadi andalan kalau lagi pengin dessert manis yang nggak ribet. Bahan dasarnya sederhana, tapi ada beberapa tips supaya hasilnya benar‑benar lembut, nggak amis telur, dan wangi pandan. Pertama, soal telur. Aku pakai 4 butir telur utuh, tapi dikocoknya jangan sampai berbusa tebal. Cukup diaduk pakai whisk atau garpu sampai kuning dan putihnya menyatu. Kalau dikocok terlalu kencang, nanti adonan banyak gelembung dan hasil kukusannya berpori‑pori besar, kurang halus. Untuk gula 100 gr, aku biasanya sesuaikan dengan selera manis keluarga. Kalau mau lebih manis boleh ditambah sedikit, tapi jangan kebanyakan supaya rasa gurih santan dan wangi pandan tetap terasa. Gula bisa dicampur dulu dengan santan 250 ml, aduk sampai larut, baru masukin ke kocokan telur. Bagian penting lainnya adalah santan. Aku lebih suka pakai santan kental dari 1/2 butir kelapa parut dibanding santan instan, karena rasa srikaya Palembang jadi lebih gurih dan legit. Kalau pakai santan instan, biasanya aku tambahin sedikit air hangat dan aduk sampai rata supaya nggak pecah saat dikukus. Perasan daun pandan 50 ml ini yang bikin aroma srikaya Palembang khas. Biasanya aku blender daun pandan dengan sedikit air, lalu saring. Kalau mau warna hijau lebih cantik, baru ditambah pewarna hijau secukupnya. Jangan kebanyakan supaya tetap terlihat natural. Vanili dan garam 1/2 sdt juga jangan diskip, karena garam bikin rasa manisnya seimbang dan vanili membantu mengurangi bau amis telur. Setelah semua bahan tercampur, aku suka saring adonan sekali lagi ke dalam wadah tahan panas. Ini bikin tekstur srikaya pandan Palembang jadi super halus. Untuk mengukus, pastikan kukusan sudah panas dan airnya mendidih dulu. Bungkus tutup kukusan dengan kain bersih supaya uap air nggak menetes ke permukaan srikaya. Api jangan terlalu besar, cukup sedang cenderung kecil. Biasanya aku kukus sekitar 25–35 menit, tergantung tebal tipisnya adonan. Cara cek matangnya: tusuk pakai tusuk gigi, kalau sudah nggak ada adonan yang menempel berarti sudah matang. Setelah matang, diamkan dulu sampai uap panas hilang baru dipotong supaya potongannya rapi. Srikaya Palembang ini enak banget disajikan dingin dari kulkas. Kadang aku makan begitu saja, kadang juga dipadukan dengan roti tawar sebagai olesan, mirip selai srikaya tapi versi kukus. Pas bulan Ramadhan, dessert ini sering jadi takjil favorit keluarga karena manisnya pas dan bikin hangat di perut. Kalau kamu suka, bisa juga dikreasikan: tambahkan taburan kelapa parut kukus yang sudah diberi sedikit garam, atau disajikan bareng ketan putih kukus. Rasanya jadi makin mirip jajanan tradisional khas Palembang yang sering dijual di pasar. Dengan resep srikaya Palembang sederhana ini, kamu bisa bikin sendiri di rumah tanpa harus beli lagi.
























