2025/11/17 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku pertama kali tersentuh dengan kalimat, "barangkali lancarnya rezekimu berasal dari hewan yang kamu beri makan" saat lihat kucing liar di depan rumah. Waktu itu kondisiku lagi pas-pasan, tapi entah kenapa tangan otomatis ambil sisa ikan di dapur dan aku taruh di depan. Kucing itu makan dengan lahap, terus setelahnya malah duduk di depan pintu, seakan nungguin aku. Dari situ aku jadi kepikiran sama kutipan, "Belajar Dari Kucing". Kucing itu kalau dikasih makanan dan ikan, dia akan langsung mendekat dengan yang memberi. Kadang ikut duduk, ikut jalan, pengin selalu dekat. Seolah-olah dia paham cara berterima kasih. Sementara kita, waktu dapat rezeki, justru kadang lupa mendekat kepada yang memberi. Padahal rezeki itu bukan cuma soal uang, tapi juga waktu luang, kesehatan, keluarga yang lengkap, dan hati yang tenang. Pengalaman pribadi, setiap lagi niat sedekah makanan ke kucing, rezeki memang nggak langsung datang berupa uang banyak. Tapi seringnya Allah mudahkan hal-hal kecil: kerjaan jadi lebih lancar, ada aja yang bantu tanpa diminta, hal yang tadinya bikin pusing tiba-tiba selesai sendiri. Dari situ aku belajar, mungkin rezeki lancar itu salah satunya datang dari hewan yang kita beri makan, yang diam-diam mendoakan kebaikan buat kita. Kalimat "semestinya apabila rezeki itu diterima, maka ia bertambah dekat dengan yang memberi" juga ngena banget. Kucing kalau diberi makan, dia mendekat ke manusia. Kita kalau diberi rezeki, seharusnya malah lebih rajin ibadah, lebih sering bersyukur, dan makin ringan tangan buat berbagi. Bukannya jadi pelit atau merasa semua murni hasil usaha sendiri. Sekarang, tiap ketemu kucing di jalan, kalau memang lagi ada rezeki lebih, aku usahakan beli sedikit makanan. Nggak harus mahal, kadang cuma sisa lauk atau makanan murah di warung. Rasanya ada kepuasan batin yang susah dijelasin. Bukan karena pengin dipuji, tapi lebih ke merasa terhubung sama makhluk lain yang juga ciptaan Allah. Buat kamu yang mungkin lagi ngerasa rezeki seret atau hati sumpek, coba sekali-kali praktekkan: sisihkan sedikit dari rezekimu untuk kasih makan hewan, entah kucing, burung, atau hewan liar lain di sekitar rumah. Nggak usah mikir jauh; anggap aja ini latihan hati buat jadi lebih peka dan bersyukur. Siapa tahu, dari situ Allah bukakan pintu rezeki yang nggak kamu duga. Pada akhirnya, pelajaran yang aku ambil dari kucing sederhana: ketika diberi, dia mendekat. Ketika kenyang, dia tetap ingat dan sering kembali. Semoga kita juga bisa begitu, setiap kali rezeki datang, justru makin dekat dengan Yang Maha Memberi, bukan malah lupa dan menjauh.