“Jangan tertipu warna coklatnya.
Gula merah tetap gula.
Lebih baik bukan berarti bebas.
Kalau kebanyakan, tetap bisa bikin gula naik.
Saya pribadi pernah mencoba mengganti gula putih dengan gula merah karena banyak yang bilang itu lebih sehat. Namun setelah membaca berbagai artikel dan riset, saya sadar bahwa gula merah sebenarnya tetap mengandung gula yang dapat menaikkan gula darah dengan cepat. Menurut riset yang saya temukan, gula merah dan gula putih memiliki respon glikemik yang hampir sama, yang berarti keduanya bisa menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat setelah dikonsumsi. Hal ini sangat penting bagi mereka yang mengidap diabetes atau sedang berusaha menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Selain itu, saya juga belajar bahwa warna coklat pada gula merah bukanlah indikator bahwa gula tersebut lebih baik atau bebas dari efek negatif. Warna coklat tersebut berasal dari molasses yang memang memberikan aroma dan rasa khas, tetapi tidak mengubah kandungan gulanya secara signifikan. Dalam penggunaan sehari-hari, saya menyarankan untuk tetap membatasi konsumsi semua jenis gula, tidak terkecuali gula merah. Lebih baik fokus pada pola hidup sehat dengan mengurangi asupan gula secara keseluruhan, meningkatkan konsumsi serat, dan menjaga aktivitas fisik. Dengan begitu, kita dapat mengendalikan kadar gula darah secara alami dan mencegah risiko penyakit terkait gula tinggi. Jadi, jangan terbawa oleh mitos bahwa gula merah lebih sehat secara otomatis. Penting untuk bijak dan sadar akan jumlah gula yang kita konsumsi, terlepas dari jenis gula yang digunakan.
