2025/8/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku pribadi termasuk tim pecinta roti jadul, dan salah satunya yang paling bikin nostalgia itu roti sisir. Dari kecil sering banget lihat roti panjang yang sudah dipotong-potong tipis tapi masih nyatu gitu, tinggal disobek satu-satu. Dari situ aku mulai kepo, kenapa dinamakan roti sisir, dan kenapa roti sisir dinamakan roti sisir, bukan roti biasa aja? Jadi, sebutan "roti sisir" itu muncul karena bentuknya mirip gigi sisir. Biasanya adonan roti dipanggang dalam loyang panjang, lalu setelah matang dipotong sejajar dengan jarak yang rapat tapi tidak sampai putus ke bawah, sehingga kalau dilihat dari atas seperti deretan gigi sisir. Pas ditarik satu-satu, potongannya sudah pas buat sekali makan. Bentuk khas inilah yang bikin orang-orang dulu menamainya roti sisir. Selain bentuk, cara makannya juga unik. Roti sisir biasanya disajikan polos, tapi bisa dioles mentega, margarin, selai, atau cokelat hanya di bagian tengah-tengah sisirannya. Jadi tiap lembar roti seperti lembaran sisir yang sudah diisi. Zaman dulu, roti sisir simpel banget: oles margarin dan sedikit gula pasir, tapi rasanya udah nikmat. Sampai sekarang pun, rasa sederhana itu tetap jadi favorit banyak orang. Kalau dilihat dari sisi sejarah, roti sisir termasuk roti warisan tempo dulu yang berkembang di bakery rumahan dan toko roti legendaris. Banyak yang jualnya masih pakai loyang panjang dan dibungkus plastik bening. Biasanya roti dibiarkan utuh dalam bentuk panjang, jadi pembeli bisa lihat jelas barisan "sisir"-nya. Karena ciri khas bentuk ini kuat banget, lama-lama orang nggak nyebut "roti panjang" lagi, tapi ya langsung saja "roti sisir". Menurut pengalamanku, roti sisir juga jadi andalan buat sarapan cepat atau bekal. Tinggal sobek satu sisir, oles apa aja yang ada di rumah, kelar. Dari sisi penjual, bentuk sisiran ini memudahkan pembagian porsi dan bikin roti lebih gampang dimakan tanpa perlu pisau lagi. Jadi, nama roti sisir memang nyambung dengan fungsi dan bentuknya: rapi, sejajar, dan mudah disobek seperti menggunakan sisir. Sekarang versi roti sisir makin beragam: ada yang pakai topping keju, cokelat, srikaya, sampai varian kekinian. Tapi asal usul penamaannya tetap sama: bentuk potongan yang berjajar rapi seperti gigi sisir. Buat kamu yang dari tadi penasaran kenapa dinamakan roti sisir dan kenapa roti sisir dinamakan roti sisir, jawabannya memang sesederhana itu, tapi justru di situlah uniknya roti jadul satu ini. Kalau kamu punya kenangan sendiri dengan roti sisir, entah beli di tukang roti keliling atau toko roti tua langganan keluarga, seru juga kalau diceritain. Kadang dari makanan sesederhana ini, kita bisa kebawa flashback ke masa kecil cuma dari aroma dan bentuk roti yang khas banget.