Semua orang pasti punya mimpi untuk mewujudkan cita-citanya. Akan tetapi tidak semua orang melewati jalan yang sama, dan tidak semua mendapat keberuntungan yang sama besarnya. Begitupun aku. Aku harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi di lubuk hatiku yang paling dalam aku ingin melanjutkan pendidikanku. Jika aku menunggu tabunganku terkumpul, kira-kira umurku nanti berapa ya pas masuk kuliah? Maka dari itu, ketika ada peluang, ambil aja. Salah satunya adalah dengan adanya Universitas Terbuka ini yang sangat ramah dengan para pekerja dengan penghasilan di bawah umr sepertiku.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali mau daftar kuliah di Universitas Terbuka, aku sempat bingung banget soal berkas, khususnya tentang surat pernyataan keabsahan dokumen UT. Di website UT tertulis kita harus menyiapkan KTP, ijazah, formulir, surat pernyataan kebenaran data dan keabsahan dokumen, plus materai 10.000. Kedengarannya ribet, tapi setelah aku jalani ternyata masih cukup manusiawi buat pekerja kayak aku.
Surat pernyataan keabsahan dokumen UT ini intinya adalah pernyataan kalau semua data yang kita kirim itu benar dan dokumennya asli. Biasanya formatnya sudah disediakan UT, jadi kita tinggal download dari website, isi data diri, tanda tangan di atas materai, lalu scan atau foto dengan jelas. Aku pribadi lebih nyaman ngetik dulu di laptop, print, baru tanda tangan. Tipsku: jangan dadakan, siapin berkas ini beberapa hari sebelum batas pendaftaran biar kalau ada yang kurang, masih sempat dilengkapi.
Waktu itu aku juga sempat takut salah antara "surat pernyataan keabsahan dokumen UT" dan "surat pernyataan kebenaran data dan keabsahan dokumen UT", ternyata keduanya sama-sama dipakai untuk menegaskan kalau data yang kita kirim valid. Yang penting ikuti saja contoh surat resmi dari UT, jangan mengarang sendiri supaya sesuai standar kampus.
Soal kampus Universitas Terbuka, banyak yang kira UT itu cuma online tanpa kampus fisik. Padahal UT punya UPBJJ (semacam kantor layanan) yang tersebar di banyak kota. Aku sendiri pernah datang ke kantor UT di kotaku buat nanya langsung soal pendaftaran dan legalisasi berkas. Staff-nya cukup membantu, mereka jelasin alur pendaftaran, cara kirim surat keabsahan dokumen, sampai jadwal registrasi mata kuliah. Jadi kalau kamu tipe yang lebih nyaman tanya tatap muka, kampus UT ini tetap bisa didatangi.
Belajar di UT juga fleksibel banget. Aku ikut Tuton (tutorial online) yang pertemuannya cuma sekitar 8 kali dalam satu semester, dengan tenggat tugas tiap dua minggu. Buatku yang kerja dari pagi sampai sore, sistem kayak gini menyelamatkan. Malam hari aku pakai buat baca modul dan ngerjain tugas. Memang butuh disiplin, tapi masih jauh lebih mungkin dijalani dibanding kuliah yang harus ke kampus tiap hari.
Dari sisi biaya, S1 di UT mulai sekitar 1,3 jutaan per semester, menurutku ini cukup terjangkau apalagi kalau dibanding kampus lain. Aku sampai hitung-hitung, dengan gaji di bawah UMR pun masih bisa nyisihin sedikit tiap bulan khusus untuk biaya kuliah. Ditambah lagi banyak pilihan jurusan dan program, jadi bisa disesuaikan minat dan rencana karier.
Buat kamu yang lagi cari info tentang surat keabsahan dokumen UT atau lagi ragu mau daftar karena sambil kerja, pengalamanku ini mungkin bisa jadi gambaran. Intinya: siapkan dokumen dari awal, baca panduan UT pelan-pelan, jangan ragu datang ke kampus/UPBJJ UT kalau masih bingung, dan yakini kalau mimpi kuliah itu tetap bisa dikejar meski kita sudah bekerja.
kak kira" worth it ga ya kuliah di ut selain perkara bayar, untuk setelah lulus klo mau nyari kerja susah ga kak