Ceuk aku mah, STOP BIKIN TOXIC DIRI SENDIRI.
Kadang yang bikin capek bukan progresnya lambat, tapi kitanya teh yang sibuk bandingin diri sama orang lain padahal start-nya aja beda .
Sedikit sharing" biar teu garing atuh nya, ilmu teh mahal tapi ini mah ringan weh dari pov akuu, da manusia teh ga ada nu perfek atuh nya. Kalau kalian detail zoom in keliatan pisan disini aku teh bahunya naik sebelah alias skoliosis. Otomatis komposisi badan aku sama orang normal teh beda. Makanya gak bisa nyamain latian yang aku butuhin ama orang lain. Intinya mah "pahami badan dan kebutuhan diri sendiri dulu" jangan sok-sokan main latian pake "resep orang lain" 🪄📖
Comment "tah bener" kalau caption ini teh berguna atuhh 👍🏾😏
Dalam perjalanan latihan, saya belajar pentingnya mengenali kondisi fisik masing-masing. Misalnya, memiliki skoliosis seperti saya membuat komposisi tubuh tidak simetris, sehingga latihan harus disesuaikan agar tidak menimbulkan cedera. Sering kali kita terlalu fokus melihat hasil orang lain tanpa memperhatikan perbedaan titik awal dan tujuan. Hal ini justru membuat kita frustrasi dan merasa capek sendiri. Oleh karena itu, fokuslah pada dirimu sendiri dan pendidikan tubuh yang kamu miliki. Ketika kamu memahami kebutuhan dan batasan tubuh, maka kamu bisa menentukan beban dan jenis latihan yang pas. Misalnya, saat menggunakan alat seperti karet (resistance band), bukan hanya berat benda yang berpengaruh, tapi juga bagaimana tubuhmu merespons beban tersebut. Penting juga untuk tidak mengikuti resep latihan orang lain secara mentah-mentah. Latihan yang efektif adalah yang disesuaikan dengan kondisi dan tujuan pribadi. Terakhir, bersabarlah dengan progresmu. Setiap orang memiliki starting point dan goals yang berbeda, jadi progressmu juga unik. Jangan lupa, komentar positif seperti "tah bener" bisa jadi motivasi kecil yang berarti dalam perjalanan latihanmu!
