Strategi Kartu Kredit 2026: Gak Cuma Banyak Kartu, Tapi Efisiensi! 💳✨

Devaluasi ada di mana-mana, tapi bukan berarti kita nggak bisa travel hemat bareng keluarga. Kuncinya di tahun 2026 bukan punya banyak kartu, tapi seberapa efisien fungsinya!

Ini "bocoran" portofolio kartu utama aku:

- Main Driver: UOB Zenith. Cocok buat transaksi besar & bayar supplier karena nggak ada batas pengumpulan miles!

- Lifestyle & Hotel: CIMB Niaga Accor buat nginep gratis dan Maybank BMW buat makan-makan cantik. -

- Online Shopping: Maybank Visa Platinum, earning rate-nya juara buat marketplace!.

- Travel Tactical: Mandiri Prioritas buat transaksi luar negeri (kursnya top!) dan Danamon JCB buat akses lounge internasional.

Banyak family trip kelihatannya mahal, padahal bisa diatur supaya hemat ratusan juta

dengan strategi kartu kredit & miles yang tepat dan sesuai “porto” keluarga masing-masing.

Aku bahas step-by-step di Group VIP / private consulting ya.

5/16 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBanyak yang DM nanya, kalau ngomongin miles kartu kredit itu bedanya di mana sih antar kartu? Jujur, di 2026 ini aku gak lagi kejar banyak kartu, tapi lebih fokus ke kombinasi yang bisa kasih aku miles paling optimal dengan fee dan effort yang masih masuk akal. Salah satu kartu yang lagi banyak banget dicari orang adalah BCA KrisFlyer Infinite. Menurutku, ini tipe kartu yang cocok buat kamu yang memang sering terbang dengan Singapore Airlines atau sudah komit bangun saldo miles di KrisFlyer. Keunggulannya, poin yang kamu kumpulkan langsung relevan ke satu ekosistem: SQ dan Scoot. Jadi kalau kamu sering rute Asia, Australia, atau Eropa via Singapura, kartu ini bisa jadi "mesin" tiket pesawat jangka panjang. Tapi supaya realistis, aku pribadi nggak jadikan KrisFlyer Infinite sebagai satu-satunya sumber miles. Di portofolio aku, BCA KrisFlyer Infinite lebih ke kartu taktis: sering dipake untuk cicilan 0% dan beberapa transaksi yang memang kasih rasio konversi miles bagus. Jadi aku pakai dia di kategori pengeluaran tertentu, bukan semua transaksi harian. Intinya, jangan cuma lihat nama "KrisFlyer", tapi cek juga earning rate, minimum penukaran, dan masa berlaku miles-nya. Di sisi lain, aku sangat mengandalkan kartu seperti UOB Zenith yang nggak ada batas pengumpulan miles. Ini cocok banget buat kamu yang punya transaksi besar, misalnya pengusaha yang sering bayar supplier. Dari situ, baru aku arahkan poin ke berbagai program frequent flyer sesuai promo dan kebutuhan rute keluarga. Di sinilah peran kartu seperti Mandiri Marriott Bonvoy jadi menarik, karena bisa ditukar ke banyak jenis miles: Aeroplan, Flying Blue, Alaska, American AAdvantage, dan puluhan maskapai lain. Fleksibilitas ini penting banget kalau kamu suka cari sweet spot redemption di rute-rute unik. Kalau masih bingung mulai dari mana, coba mapping dulu: 1) Rute favorit kamu dan keluarga (lebih sering ke Jepang? Eropa? Singapura?), 2) Maskapai yang mudah diakses dari kota kamu, 3) Kartu kredit apa yang paling realistis disetujui bank berdasarkan profil income kamu. Dari situ, baru tentukan apakah kamu mau fokus ke satu program miles seperti KrisFlyer Infinite, atau main "power couple": satu kartu spesialis (misalnya KrisFlyer) + satu kartu fleksibel yang bisa transfer ke banyak maskapai. Terakhir, jangan lupa faktor biaya tahunan. Punya UOB Zenith, BCA KrisFlyer Infinite, dan kartu travel lain memang kelihatan keren, tapi kalau biaya tahunan nggak sebanding dengan nilai miles yang kamu dapat, ya tetap rugi. Aku pribadi selalu hitung: berapa nilai rupiah dari miles/tiket yang aku dapat per tahun dibanding total annual fee semua kartu. Selama masih jauh lebih untung, portofolio ini aku lanjutkan dan aku tweak dikit-dikit tiap tahun supaya tetap efisien dan relevan dengan kebutuhan family trip aku.