Dari dulu pengen nyobain mie ini yang viral, tapi baru kesampain sekarang. Entah ekspektasi aku yang ketinggian kali yaa, atau emang ga sesuai sama lidah aku hihi
... Baca selengkapnyaPertama kali datang ke Mie Soobek Sukajadi, yang paling kerasa itu suasananya cukup nyaman. Interiornya didominasi meja merah dan bangku hitam, kesannya simpel tapi rapi. Restorannya juga terang dan bersih, jadi enak banget buat dine-in bareng teman atau keluarga. Di bagian tengah ada area makan dengan beberapa meja, dan di pojokan ada area cuci tangan yang cukup proper, jadi sebelum makan bisa cuci tangan dulu tanpa harus ke toilet.
Begitu masuk, langsung kelihatan area konter dengan kulkas minuman berisi berbagai botol minuman dingin. Di atas atau dekat konter biasanya ada papan menu yang lumayan jelas, menampilkan daftar Biangmie, minuman, dan beberapa topping tambahan beserta harganya. Range harga makanannya sekitar 19.000–46.000, menurutku masih oke untuk ukuran tempat makan di area Sukajadi Bandung.
Untuk menu, mereka fokus ke mie khas "Mie Soobek" dengan konsep biangmie. Biasanya ada beberapa pilihan level pedas dan topping, misalnya ayam cincang, pangsit, bakso, atau tambahan sayur. Kalau kamu suka foto-foto buat upload ke sosmed, tampilan mangkuk mienya lumayan fotogenik, apalagi kalau pesen yang level pedas, warna kuah dan bumbu merahnya cukup menggoda. Dari segi porsi, menurutku pas untuk satu orang, nggak terlalu sedikit tapi juga nggak kebanyakan.
Soal rasa, jujur di aku pribadi agak di bawah ekspektasi karena mungkin udah kebayang enaknya dari review yang bilang viral. Bumbunya masih enak dan gurih, tapi di lidahku kurang "nendang" dibanding beberapa mie pedas lain di Bandung. Tapi ini balik lagi ke selera ya, karena banyak juga yang cocok sama rasanya. Kalau kamu tipe yang suka mie pedas dengan tekstur mie yang kenyal dan kering (bukan yang terlalu berkuah), kemungkinan besar bakal enjoy.
Selain makan di tempat, mereka juga melayani bungkus. Di fotoku, aku sempat beli beberapa porsi sekaligus, dibungkus dalam beberapa wadah plastik dan dimasukkan ke kantong besar. Kalau buat dibawa pulang atau dibagi ke teman kantor/rumah, ini cukup praktis. Pastikan begitu sampai rumah langsung dipanasin lagi kalau mau tekstur mienya tetap enak.
Lokasinya sendiri ada di daerah Sukajadi, Bandung, dan di salah satu tulisan di foto tertulis jam operasional sekitar pukul 11.00–20.00. Pas aku datang kebetulan suasananya agak sepi karena masih baru buka, jadi pelayanannya cukup cepat dan nggak perlu antre panjang.
Buat kamu yang lagi cari "mie soobek Bandung" atau penasaran dengan "mie soobek Sukajadi menu", menurutku Mie Soobek ini tetap worth untuk dicoba sekali biar tahu cocok atau nggak di lidah sendiri. Kalau ekspektasi kamu nggak terlalu tinggi hanya karena lagi viral, kemungkinan kamu bakal lebih bisa menikmati rasanya. Dan kalau ke sini, sekalian aja eksplor menu minumannya juga, lumayan buat penetral pedas setelah makan biangmie-nya.