Sego Tempong Mbok Wah
Sarapan pertama di Banyuwangi di Sego Tempong Mbok Wah, banyak yang rekomendasiin makan disini, ternyata enak juga 🤏🏻🤏🏻 untuk harga seingatku masih affordable, lokasi juga cukup luas, rasanya enak 🥰🥰
.
.
.
.
Pertama kali datang ke Sego Tempong Mbok Wah Banyuwangi, yang langsung kelihatan dari depan itu papan nama besar bertuliskan "Sego Tempong Mbok Wah" dan deretan motor yang parkir. Tempatnya memang kelihatan ramai, tapi masih cukup tertata, jadi nggak yang sumpek banget. Begitu masuk, di dalamnya ada dua tipe area makan: ada yang lesehan dengan meja rendah dan bantal duduk, dan ada juga yang pakai meja-kursi biasa. Buat yang bawa keluarga atau anak kecil juga cukup nyaman karena space-nya luas dan ada kursi bayi di beberapa sudut. Menurutku ini nilai plus, soalnya banyak warung legendaris yang enak tapi tempatnya sempit. Di dekat dapur, ada etalase yang penuh sama lauk pauk. Di situ kelihatan jelas berbagai pilihan lauk: udang goreng, tempe dan tahu goreng, telur asin, aneka sayur, sampai pisang satu tandan buat pencuci mulut. Kamu tinggal tunjuk lauk yang diinginkan, nanti sama mbak-mbaknya langsung disajikan bareng nasi dan sambal tempong yang terkenal pedas. Sepiring sego tempong di Mbok Wah biasanya terdiri dari nasi putih, sayuran rebus (kayak kol, kacang panjang, bayam), sambal tempong yang pedasnya nampol, plus lauk pilihanmu. Waktu itu aku sempat coba udang goreng dan tempe, porsinya menurutku pas untuk sarapan atau makan siang, nggak pelit tapi juga nggak kebanyakan sampai eneg. Soal harga, seingatku masih aman di kantong. Untuk satu porsi nasi tempong lengkap dengan lauk standar (misalnya tempe/tahu dan sayur) masih di range harga warung lokal, bukan harga resto mahal. Tinggal menyesuaikan lauk yang kamu pilih, makin banyak lauk atau pilih lauk seafood biasanya otomatis sedikit lebih mahal, tapi masih tergolong affordable. Kalau kamu cari referensi gambar sego tempong Mbok Wah atau foto suasana tempatnya, di sini kamu bakal nemu banyak angle: tampak depan rumah makan, area lesehan, etalase lauk, sampai close-up sepiring sego tempong dengan sambal merah yang menggoda. Jujur, setelah lihat langsung, fotonya nggak bohong—memang bikin lapar. Tips pribadi dariku: 1. Datang agak awal kalau mau sarapan, biar masih sepi dan lauknya masih komplit. 2. Bilang ke penjual kalau kamu nggak terlalu kuat pedas, supaya sambalnya bisa disesuaikan. 3. Kalau datang ramean, area lesehan enak banget buat duduk santai sambil ngobrol lama. Buat kamu yang lagi cari "sego tempong Mbok Wah Banyuwangi" atau pengen tahu seperti apa "menu sego tempong Mbok Wah" dan suasana rumah makannya, menurutku tempat ini wajib masuk list kuliner saat main ke Banyuwangi. Rasanya enak, tempatnya luas dan nyaman, dan harganya masih bersahabat.







