Sebelum jadi Silverqueen
Bentukan Biji Cacao sebelum diolah menjadi coklat siap konsumsi #cacaofarm #coklat #Lemon8
Coklat Silverqueen merupakan salah satu produk coklat populer di Indonesia yang berasal dari biji cacao berkualitas. Namun, tahukah Anda bahwa sebelum menjadi coklat lezat yang kita nikmati, biji cacao melewati berbagai tahap penting dalam proses pembentukannya? Sebagai pecinta coklat, saya pernah mengunjungi sebuah kebun cacao untuk lebih memahami dari mana asal bahan dasar coklat ini. Pada awalnya, biji cacao berada di dalam buah cacao yang masih muda dan berwarna hijau. Buah ini akan tumbuh dan matang selama beberapa bulan, berubah warna menjadi kuning atau merah saat telah siap dipanen. Setelah dipanen, buah cacao dibuka untuk mengeluarkan biji yang masih dilapisi oleh daging buah dan lapisan lendir yang manis. Biji ini kemudian mengalami proses fermentasi selama beberapa hari yang sangat penting untuk mengembangkan rasa coklat yang khas. Fermentasi membantu biji kehilangan rasa pahitnya dan menumbuhkan aroma coklat yang khas. Selanjutnya, biji akan dikeringkan dengan hati-hati untuk mengurangi kadar air dan mencegah jamur berkembang. Setelah biji cacao kering dan siap, biji ini kemudian dikirim ke pabrik coklat untuk diolah menjadi coklat batangan seperti Silverqueen. Di pabrik, biji cacao akan dipanggang, digiling, dan dicampur dengan bahan lain seperti gula dan susu untuk menghasilkan coklat siap konsumsi yang nikmat. Proses ini memerlukan perhatian khusus agar kualitas biji tetap terjaga dan cita rasa coklat yang dihasilkan tetap lezat. Mengetahui proses ini membuat saya semakin menghargai setiap gigitan coklat Silverqueen, karena saya tahu perjalanan panjang yang dilalui biji cacao sebelum sampai ke tangan kita. Bagi Anda yang penasaran dan ingin lebih mengenal seluk-beluk produksi coklat, mengunjungi kebun cacao atau pabrik coklat bisa menjadi pengalaman menarik dan edukatif. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga membuat kita lebih menghormati nilai setiap makanan yang kita konsumsi sehari-hari.







