Kalau kalian lagi pengen makan bakmie ini termasuk tempat yang dari segi makanan dan tempat oke bgt. Nuansa dan lagu mandarin bisa jadi nambah selera makan kalian ✨🔥
... Baca selengkapnyaPertama kali ke Kedai SeDjiwa Sidoarjo aku langsung notice tampilan depannya yang eyecatching banget. Signage kuningnya cukup besar, jam operasionalnya jelas tertera 10 AM - 10 PM, dan di depan sudah berjejer motor pengunjung. Lokasinya menurutku gampang dicari, dan dari luar saja sudah kelihatan kalau tempatnya bersih dan cukup terang.
Begitu masuk, vibe-nya mirip kedai mie modern. Interior didominasi warna putih dengan sentuhan minimalis, meja-kursinya rapi dan terkesan lega. Buat yang suka foto-foto, "gambar Kedai SeDjiwa Sidoarjo" ini lumayan Instagramable, terutama area dekat jendela kaca yang menghadap luar. Di beberapa sudut juga kelihatan area dapur terbuka, jadi kita bisa lihat sedikit aktivitas masaknya.
Soal menu, Kedai SeDjiwa ini fokus di bakmi, tapi pilihannya nggak monoton. Yang aku coba ada bakmi original dengan topping sayuran hijau, pangsit goreng, dan daun bawang. Mienya tipe yang kenyal, nggak lembek, dan menurutku porsinya cukup mengenyangkan. Untuk rasa, aku pribadi kasih nilai 8/10 – gurih, minyaknya nggak berlebihan, dan kuah pendampingnya hangat serta ringan.
Menu yang paling standout menurutku Mie Mala Dewa. Buat pecinta pedas, ini wajib banget dicoba. Tingkat pedasnya kerasa, tapi masih enak dinikmati, bukan yang cuma pedas doang tanpa rasa. Di dalam satu mangkuk ada mie, potongan ayam, telur rebus, dan sayuran hijau. Aku pribadi nilai sekitar 9/10 karena bumbunya nendang dan pedasnya bikin nagih.
Sebagai pendamping, aku pesan gyoza yang disajikan di piring putih bermotif ayam jago. Isiannya cukup juicy dan kulitnya nggak terlalu tebal. Cocok banget dicocol ke sausnya, dan menurutku layak lah dikasih 8/10. Kalau suka ngemil sambil nunggu mie, gyoza ini bisa jadi pilihan aman.
Bagian yang aku suka lagi dari Kedai SeDjiwa adalah condiments-nya. Di tiap meja ada kotak tisu dan nampan kecil isi chili oil dan garlic oil yang boleh diambil gratis. Chili oil-nya lumayan pedas dan wangi, sedangkan garlic oil bikin mie terasa lebih rich. Aku biasanya campur sedikit dua-duanya ke bakmi biar rasanya lebih berkarakter.
Untuk minuman, aku cobain Lemon Tea dan Blackcurrant Tea yang disajikan di gelas enamel hijau motif marmer, unik dan berasa old school. Rasanya segar dan pas buat menetralisir aftertaste pedas dari Mie Mala Dewa. Kalau kamu tipe yang suka makanan pedas, pairing kaya gini enak banget.
Yang menarik, di Kedai SeDjiwa juga ada ruang VIP. Di pintu masuk ruangan ini ada tulisan dilarang bawa makanan dari luar, tapi menurutku justru cocok buat yang mau adain acara kecil kayak arisan, meeting santai, atau kumpul keluarga. Privasi lebih terjaga dan suasananya lebih tenang dibanding area umum.
Secara keseluruhan, ulasan Kedai SeDjiwa Sidoarjo dari aku: tempatnya bersih, nyaman, dan cocok buat makan bareng teman atau keluarga. Menu bakmi dan Mie Mala Dewa jadi andalan, gyoza boleh banget dicoba, minuman seger, dan harga masih masuk akal untuk ukuran kedai kekinian. Kalau kamu lagi cari referensi "menu Kedai SeDjiwa Sidoarjo" atau butuh gambaran suasana di sana, semoga pengalaman aku ini bisa jadi bayangan sebelum kamu datang langsung.