Tips menghemat listrik low budget
Hi sahabat#Lemon8
kali ini aku mau sharing tentang tips menghemat listrik🔌⚡
siapa disini yang suka lupa matiin lampu💡 yang sudah tidak digunakan? hayooooo...
#JujurAja aku sendiri kadang lupa matiin lampu terutama lampu diteras, kadang nyala sampe pagi..
sekarang sudah nggak lagi semenjak aku tau tips menghemat listrik 😍
👉🏻Cabut colokan jika tidak digunakan agar lebih hemat terutama colokan rice cooker
👉🏻matikan lampu yang tidak digunakan, apalagi kalau siang hari
👉🏻membatasi penggunaan elektronik berdaya tinggi, yang ini ngaruh banget lho!
👉🏻menggunakan air panas saat masak nasi menggunakan rice cooker, selain nasinya cepat matang, hemat listrik pula 😍
yuk sama-sama coba praktekkan tips menghemat listrik🔌⚡😍
#TentangKehidupan #TipsLemon8 #IRTAwards Lemon8 Family ✨ Lemon8IRT Lemon8_ID
Selain rajin cabut colokan dan matiin lampu, satu hal yang sering bikin aku mikir adalah soal pakai colokan kepala babi. Jujur, colokan model ini memang praktis banget karena bisa dipakai untuk beberapa perangkat sekaligus, apalagi di rumah yang lubang stopkontaknya terbatas. Tapi setelah cari-cari info dan tanya teman yang lebih paham listrik, aku jadi lebih hati-hati. Kalau kamu masih pakai colokan kepala babi, usahakan jangan colokin terlalu banyak perangkat berdaya tinggi di satu kepala babi. Misalnya rice cooker, dispenser, setrika, atau kipas angin besar, sebaiknya jangan disatuin di satu colokan. Selain bikin boros listrik karena semua nyala bareng, risiko panas dan korslet juga lebih besar. Aku sekarang biasanya pakai kepala babi cuma untuk charger HP, lampu kecil, atau perangkat yang dayanya rendah. Aku juga mulai membiasakan diri untuk cek colokan kepala babi secara berkala. Kalau sudah mulai longgar, berubah warna (agak cokelat kehitaman), atau terasa panas saat disentuh, lebih baik langsung diganti. Dulu aku suka cuek, mikirnya selama masih nyala ya dipakai aja, tapi ternyata itu bisa bahaya dan bikin listrik kurang efisien. Biar lebih aman dan tetap hemat, aku pelan-pelan ganti beberapa colokan kepala babi dengan terminal listrik yang punya sakelar on/off dan kabel yang lebih tebal. Jadi kalau lagi nggak dipakai, tinggal matikan sakelarnya, nggak perlu cabut satu-satu. Tagihan listrik memang nggak langsung turun drastis, tapi kerasa lebih terkontrol karena aku jadi sadar mana yang benar-benar butuh dinyalakan. Satu kebiasaan kecil yang juga aku terapkan: jangan colokin rice cooker ke colokan kepala babi, tapi langsung ke stopkontak dinding. Rice cooker kan dipakai cukup lama dan dayanya lumayan tinggi. Supaya tetap hemat, aku biasanya masak nasi pakai air panas, lalu setelah matang dan agak hangat, rice cooker aku matikan, nggak aku biarkan di mode warm terlalu lama. Intinya, pakai colokan kepala babi itu boleh-boleh saja selama tahu batasnya dan paham risikonya. Kombinasikan dengan kebiasaan hemat listrik lainnya seperti matikan lampu saat siang, batasi penggunaan elektronik berdaya tinggi, dan biasakan cabut colokan kalau tidak dipakai. Pelan-pelan, kamu bakal kebentuk rutinitas hemat listrik yang aman dan nggak bikin repot.





selalu mencabut colokan jika tidak di gunakan 😂cuman masak pakai air panas belum pernah nyoba 👍