... Baca selengkapnyaJujur, pulang kampung cuma 3 hari itu rasanya nano-nano banget. Dari berangkat malam naik kapal feri, sampai akhirnya balik lagi dan udah di rumah jam setengah 9 malam, semua kayak mimpi lewat cepat.
Perjalanan dari Bali ke Jember aku pilih malam karena pikir anak bisa tidur di jalan. Nyatanya, awalnya dia sempat rewel dan nangis karena suasana kapal feri yang agak rame dan asing. Kursinya berderet-deret, lampu redup, dan udara malam kadang bikin anak nggak nyaman. Tips dari aku, kalau bawa anak kecil:
1. Siapkan jaket tebal dan selimut tipis, soalnya di kapal kadang dingin banget.
2. Bawa camilan favorit dan botol minum, biar mereka lebih tenang.
3. Simpan mainan kecil atau buku cerita di tas, buat pengalih perhatian kalau mulai bosan.
Sekitar jam setengah 11 malam kami sudah di kapal, dan baru benar-benar agak santai setelah anak akhirnya tertidur pulas. Rasanya lega banget lihat wajahnya tenang dengan cahaya lampu merah samar di sekitarnya. Setelah menyeberang dan turun kapal sekitar setengah 1 dini hari, kami sempat berhenti sebentar di jalan gelap yang habis hujan. Jalanan sepi, cuma ada beberapa bangunan dan pepohonan di pinggir jalan. Di momen itu aku cuma bisa bersyukur perjalanan masih lancar.
Sampai rumah suami sekitar jam setengah 5 subuh, badan pegal tapi hati senang. Suasana desa yang tenang, duduk di tanah bareng keluarga, rasanya semua capek terbayar. Meski cuma 12 jam di rumah, momen makan bareng itu paling bikin haru: nasi hangat, tempe goreng, sayur sederhana, tapi terasa istimewa karena dimakan bareng orang tersayang.
Sore harinya sekitar jam 3 kami sudah harus siap-siap balik dan naik kapal feri lagi. Kali ini aku lebih siap, anak dipakaikan jaket, perut sudah terisi, dan syukurnya cuaca cerah, nggak hujan. Di perjalanan pulang, aku benar-benar menikmati pemandangan matahari sore, ombak, dan langit yang pelan-pelan menggelap.
Sampai rumah lagi jam setengah 9 malam, lihat anak sudah berdiri di dalam rumah dengan muka lelah tapi senang, rasanya campur aduk. Mudik singkat memang melelahkan, tapi justru karena singkat itu, tiap detiknya terasa berharga.
Kalau kamu juga sering mudik kilat, mungkin bisa coba atur waktu istirahat lebih jelas, jangan lupa makan yang cukup, dan pastikan kondisi badan fit sebelum berangkat. Liburan sebentar pun bisa jadi momen berkesan kalau dinikmati pelan-pelan dan penuh syukur.