People Pleaser: Kenapa Kita Harus Berhenti?
Selalu bilang ‘iya’ biar disukai semua orang itu melelahkan. Jadi people pleaser bikin kita kehilangan identitas, lupa sama kebutuhan diri sendiri, dan capek karena nggak semua orang bisa puas. Berhenti jadi people pleaser bukan berarti egois, tapi tanda kalau kita mulai menghargai diri sendiri. 🤍
#peoplepleaser #selfworth #SelfLove #nourishyourmindwithmita #mitajoie
Selain dampak yang sudah disebutkan, menjadi people pleaser juga bisa membawa stres berkepanjangan dan menurunkan kepercayaan diri. Saya pernah merasa kehilangan arah karena terus memprioritaskan keinginan orang lain, hingga akhirnya saya mulai belajar mengatakan 'tidak' dengan cara yang hormat. Menghargai diri sendiri bukan berarti egois, tapi penting agar kita tidak terbakar habis secara emosional dan fisik. Satu hal yang saya pelajari adalah pentingnya menetapkan batasan. Misalnya, jika suatu saat kamu diminta melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu nyaman lakukan, beranilah ungkapkan perasaanmu secara jujur. Mulailah dari hal kecil, seperti menolak ajakan yang kamu rasa terlalu membebani. Dengan begitu, kita melatih diri agar tidak terus mengalah demi menyenangkan semua orang yang tidak mungkin dilakukan. Dari pengalaman, semakin kita berhenti jadi people pleaser, semakin banyak waktu dan energi yang bisa kita curahkan untuk kebutuhan dan impian sendiri. Menyadari bahwa tidak semua orang harus menyukai kita adalah langkah awal melepaskan diri dari tekanan sosial yang tidak perlu. Ingat, memiliki beberapa orang yang benar-benar menghargai diri apa adanya itu jauh lebih berharga daripada harus terus jadi orang yang selalu menyenangkan semua orang.






